Breaking News
Loading...
Loading...
Copy

Socialmedia

Seputar Kabar Artis

Sorot

HEADLINEWS

Showing posts with label BERITA LOKAL. Show all posts
Showing posts with label BERITA LOKAL. Show all posts
Aug 6, 2012
Ayoo..! Berburu Diskon Hingga 80% di 10 Pusat Perbelanjaan Ini Jelang Lebaran

Ayoo..! Berburu Diskon Hingga 80% di 10 Pusat Perbelanjaan Ini Jelang Lebaran

Diskon Lebaran  - Sudahkah Anda memiliki rencana di akhir pekan? Kalau belum, datang saja ke 10 pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Jakarta ini. Selain mengadakan acara yang seru, tempat belanja tersebut juga menghadirkan rangkaian potongan harga menjelang Lebaran hingga 80 persen. Tertarik? Berikut ini listnya.

Berburu Diskon Hingga 80% di 10 Pusat Perbelanjaan Ini Jelang Lebaran
1. Mal Gandaria City
Pusat perbelanjaan ini mengadakan acara 'midnight sale' yang dimulai pukul 12.00 hingga tengah malam. Selain bisa lebih berhemat, Anda juga bisa memiliki banyak waktu untuk memilih-milih fashion item kesukaan Anda. Potongan harga yang ditawarkan mencapai 80%. Ragam tenant yang ikut berpartisipasi diantaranya Crocs, Charles & Keith, Crocs, Mango, iBox, dan masih banyak lagi.

2. Mal Taman Anggrek
Electronic Solution yang terletak di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat ini menghadirkan program 'Ramadhan Fair'. Bertempat di atrium mal tersebut, potongan harga yang diberikan mencapai 80 persen. Ragam produk elektronik bisa Anda dapatkan dengan harga yang miring. Seperti digital camera yang awalnya dijual Rp 1,2 juta, kini menjadi Rp 600 ribuan saja. Program tersebut akan berlangsung sampai dengan 5 Agustus 2012.

3. Mal Central Park
Mal yang berlokasi di Jakarta Barat ini mengadakan acara khusus untuk bulan Ramadan yang bertajuk 'Tribute to Ramadhan Festivity'. Selain ada MF3 EXPO yaitu Muslim Fashion, Food & Family Expo, mal Central Park juga menghadirkan 'Shopping Marathon till Midnight' dengan penawaran diskon hingga 70%. Ajang belanja hingga tengah malam tersebut akan berlangsung sampai dengan 4 Agustus 2012.

4. Debenhams
Department store ini mengadakan program 'Midnight Shopping' dengan penawaran potongan harga mencapai 70 persen. Berlokasi di Mal Senayan City, Jakarta Pusat, midnight shopping ini akan dimulai dari pukul 20.00 hingga tengah malam. Anda bisa menikmati prgram tersebut sampai dengan 5 Agustus 2012. Dapatkan juga free gift voucher senilai Rp 300 ribu.

5. Mal Kota Kasablanka
Meskipun baru saja resmi dibuka pekan lalu, mal yang terletak di Jalan Casablanca Raya itu telah menghadirkan berbagai penawaran menarik. Jika Anda penggemar gadget, sebaiknya tidak melewatkan acara Gadget Sale yang digelar 11 hingga 12 Agustus 2012. Serbu juga program diskon hingga 80% dari beberapa desainer dan Fashion Fest, dalam acara 'Moslem Fashion Fest' bertempat di Fashion Atrium.

6. Mal Kelapa Gading
Mal yang terlertak di Jakarta Utara ini kembali menghadirkan 'Late Night Shopping' sampai dengan 4 Agustus 2012. Nikmati potongan harga hingga 70 persen dibeberapa tenant seperti Zara, Charles & Keith, Gaudi, Hush Puppies, Crocs, Pull & Bear, dan masih banyak lagi. Ajang tersebut dimulai pukul 20.00 - 24.00 WIB.

7. Summarecon Mal Serpong
Bertema '1001 Night Sale', acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 4 Agustus 2012. Mulai pukul 20.00 WIB, Anda bisa menikmati program diskon sampai dengan 70 persen. Menariknya lagi, selain dimanjakan oleh diskon besar-besaran, para pengunjung juga tidak perlu repot-repot untuk membayar parkir.

8. Supermal Karawaci
Menghadirkan 'Ramadhan Midnight Sale', potongan harga yang ditawarkan mencapai 70 persen. Midnight sale ini berlangsung pada 3 - 4 Agustus dan 10 - 11 Agustus 2012. Ragam tentant yang ikut berpartisipasi diantaranya Ace Hardware, Informa, Electronic City, Gramedia, Toys City, dan lain sebagainya.

9. Plaza Blok M
Berbeda dari biasanya, Plaza Blok M menghadirkan tema Oriental Ramadhan. Dengan suasana negeri China serta menampilkan tokoh Cheng Ho, seorang muslim berkebangsaan China. Mal ini juga menyuguhkan pameran foto perjalanan sejarah Cheng Ho, tarian Muslim China, Female Oriental dan Dervish Dance. Selain itu Pusat perbelanjaan tersebut juga menghadirkan berbagai diskon menarik untuk memanjakan pengunjung. Yuk nikmati suasana unik Ramadhan di Plaza Blok M.

10. Carrefour
Tanggal 3 dan 4 Agustus 2012, tempat belanja ini mengadakan program 'Midnight Sale'. Anda bisa mulai berbelanja potongan harga yang menarik dari pukul 20.00 - 24.00 WIB. Untuk di Jabodetabek, program tersebut hadir di Ambassador, Bekasi Harapan Indah, Bintaro, Buaran, Cakung, Cempaka Putih, Lebak Bulus, MT Haryono, Sunter, Puri Indah, dan masih banyak lagi sumber: wolipop.detik.com
Follow Our Twitters
Kekerasan Terselubung Intai Wanita Waspada..!

Kekerasan Terselubung Intai Wanita Waspada..!

Kekerasan Terselubung  - Dalam beberapa dekade, kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena global yang masih menarik perhatian. Namun sayang, banyak yang tak memahami dengan baik arti sebuah kekerasan. Realitanya, kekerasan tak hanya dilihat dari bentuk fisik, tapi juga psikis.

Kekerasan Terselubung Intai Wanita Waspada..!Menurut Sri Danti, Ketua Komite Perempuan ASEAN (ACW), kekerasan terhadap perempuan tak datang dalam bentuk fisik semata. Banyak pula yang hadir lewat kekerasan psikis, seperti pembatasan ruang gerak pergaulan, makian, hinaan, dan bentakan.

Mereka memang tidak mengalami kekerasan secara fisik, tetapi biasanya mendapat tekanan luar biasa dari pasangannya. Meski efeknya tak kasat mata, bentuk-bentuk kekerasan psikis tak boleh diabaikan. Sebab, dapat memicu gangguan mental dalam jangka panjang.

Sri Danti menyayangkan belum adanya data pasti mengenai kekerasan terhadap perempuan. Di kawasan Asia Pasifik misalnya, meski muncul sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang mengakibatkan kematian, angkanya tak terekam dengan baik.

Yang selama ini menjadi bahan perhitungan hanyalah data dari lembaga publik dan swasta yang secara langsung berhubungan dengan perempuan yang mengalami kekerasan. Misalnya catatan dari pusat kesehatan, kantor polisi, dan pengadilan, dan layanan dukungan lainnya.

Berdasarkan laporan dari Komnas Perempuan, tahun 2011, ada sekitar 119.107 kasus kekerasan yang menimpa perempuan. Sementara studi multi negara WHO di Dhaka, Bangladesh menunjukkan, sekitar 40 persen perempuan berusia 15-49 tahun pernah mengalami kekerasan yang dilakukan pasangannya. (umi)
sumber • VIVAlife
Follow Our Twitters
Nov 15, 2011
275 Nama-Nama Jemaah Wafat di Tanah Suci

275 Nama-Nama Jemaah Wafat di Tanah Suci

275 DAFTAR NAMA JEMAAH YANG WAFAT DI TANAH SUCI, Mekkah - Jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci sampai dengan Senin (14/11/2011) malam, berjumlah 275 orang. Tempat wafat di Mekkah 211 orang, di Madinah 29 orang, di Mina 25 orang, di Arafah 6 orang, di perjalanan 6 orang, dan di Jeddah 1 orang.

IST

Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (15/11/2011) merilis bahwa usia jemaah yang wafat 197 orang berusia di atas 60 tahun, 64 orang berusia 50-59 tahun, 13 orang berusia 40-49 tahun, dan 2 orang berusia di bawah 40 tahun.

Asal embarkasi jemaah yang wafat, D.I. Aceh 7 orang, Medan 15 orang, Batam 14 orang, Jakarta 31 orang, Bekasi 35 orang, Surakarta 48 orang, Surabaya 58 orang, Ujung Pandang 19 orang, Balikpapan 9 orang, Banjarmasin 9 orang, Padang 6 orang, Palembang 12 orang, BPIH Khusus 12 orang, dan kloter 1 orang.

Adapun nama-nama jemaah yang wafat seluruhnya adalah:
(REG: Registrasi, TMP: Tempat Wafat: EMB: Embarkasi, KLT: Kloter, NO PORSI: Nomor Porsi)

REG:TMP: EMB: KLT: NO PORSI: NAMA JAMAAH HAJI
001 MAD SOC 002 1100148410 KASIYAH BINTI AHMAD DISAN
002 MAD SUB 001 1300235987 MARHADI BIN DRUNO
003 MAD UPG 001 2300120568 ANDI SUTRIANY AMRA BINTI ANDI MAPPIARA
004 MAD JKS 017 1000266193 DEDEH MISYANAH BINTI H A SUTIA
005 MAD JKS 001 1000270655 MUHTAR BIN ENCON
006 MAD JKG 015 0900060679 TAMIDJAH BINTI MANIDJAN
007 MAD BTH 007 0400035986 ARIFIN BIN UMAR USMAN
008 MAD JKG 008 2800052923 SLAMET SUDIR BIN SUDIR
009 MAD PLM 008 0600054905 FATIMAH BINTI H.JAMAL
010 MAD SUB 025 1300229804 KASIMUN BIN MURTIJAN
011 MAK MES 002 0200052392 PARLUHUTAN SIAGIAN BIN JANAGARI SIAGIA
012 MAD SUB 007 1300532898 SOEGIJONO BIN SOEKIRMAN
013 MAD UPG 011 2300041092 HADIAH BINTI DELI
014 MAD JKG 017 0800043454 SLAMET SUPARDI BIN SAREH COKRO LEKSONO
015 MAD SUB 029 1300228098 SITI MARIYAM BINTI H THOHIR
016 JED SOC 044 1100203730 SLAMET RIYADI BIN MAD DAYIB
017 MAK JKG 009 0900066134 GUSLI BIN MAANI
018 MAK SUB 013 1300330256 FADLI HASANI BIN ZAINAL ABIDIN
019 MAK BTJ 007 0100025981 YUSLAINI BINTI H. ABDURRAHMAN
020 MAK SOC 013 1100185096 MARSAID BIN SASTRODIMEJO
021 MAK SOC 021 1100184427 MASHUDI BIN BAKRI
022 MAK SOC 045 1100206610 SAINI BINTI TARJA
023 MAD JKG 018 0800044400 ROMLAH BINTI MOHAMMAD SIRAT
024 MAD SUB 039 1500029933 ASMANI BIN H.MUH.ZAHIR
025 MAK SOC 015 1100181467 ISROKHIM BIN SUKIS
026 MAK PLS 000 3000081947 SUKRISNO MUHAMAD WAHID BIN MUHAMAD
027 MAD JKS 041 1000259711 RUSLAN BIN MURJA
028 MAK JKS 007 1000261895 ODIK SODIKIN BIN DJUHRIA
029 MAD SUB 042 1300248562 MOH. ARIFIN BIN ARMAWI
030 MAK BTH 011 0400037395 M.KHOLIL BIN SAN MUNARI
031 MAK MES 003 0200055006 HARMAINI HARAHAP BIN KHALIFAH ZAINUDDI
032 MAK UPG 006 2300056352 DRS.KUDUS BAKRI BIN H.BAKRI
033 MAK MES 002 0200054069 HAIDIR BIN H ABD RAHMAN RITONGA
034 MAK BDJ 001 1900026536 MUHAMMAD BAHARUDDIN,H BIN SURIANSYAH
035 MAK UPG 009 3600009405 YAHYA HI. ABDURAHMAN BIN ABUBAKAR
036 MAD PLS 000 3000076098 MOHIDIN ABDUL KADIR BIN KUNYI AHMAD
037 MAD SUB 017 1300220586 S. SOEPARDI BIN NGALI KASBU
038 MAD PLM 006 0600044563 MUCHLIS BIN MUHAMMAD YASIN
039 MAD BPN 005 2200012057 HADJIRE BASO BINTI BASO
040 MAK SOC 064 1100199593 KISMANTO KISWO SUBROTO BIN WONGSO SEMI
041 MAK MES 007 0200051890 T.MUSRIZAT HANUM TS BINTI T.MUHAMMAD T
042 MAK BTH 003 0500024203 HARJO BIN SARDI
043 MAK MES 008 0200057684 KAMALUDDIN RITONGA BIN BANGGUR RITONGA
044 MAD MES 010 0200052486 USMAN BIN MUHAMMAD JADI
045 MAK SOC 002 1100198210 SUDIRMAN BIN ABDUL CHOLIQ
046 MAK SUB 011 1300227913 M. BISRI BIN MASIR
047 MAK MES 014 0200058193 MASNIK BINTI ABDUL MAJID
048 MAK JKG 017 0800041672 SABKI HAMID BIN H.ABDUL HAMID
049 MAK SUB 003 1300215678 P RIPAI BIN H SAMSUDIN
050 MAK SOC 014 1100198573 SUYANTO BIN NGASERI
051 MAK SUB 053 1300220693 HUSAIN BIN MUSLAR
052 MAK PLM 019 0600072053 M SALEH YUSUF BIN M YUSUF USMAN H
053 MAK SUB 010 1300213601 RIDWAN BIN SAIDAN
054 MAK JKS 036 1000235587 SULASMI BINTI KUSNAN
055 MAK JKG 021 2800060224 SAHARI BIN SALAM
056 MAK SUB 022 1300240921 SUDARSO BIN USMAN
057 MAK SOC 021 1100183858 SLAMET ADNAN BIN PAAT
058 MAD JKS 044 1000251089 BADRU BIN HUDAEMI
059 MAK SUB 064 1300243809 SUNADI BIN SAYANI
060 MAK MES 003 0200051451 NETTY YULIANA HUTASUHUT BINTI ABD. HAM
061 MAK JKS 033 1000253360 JOHN KUSNAMIHARDJA BIN KUSNAEDI
062 MAK MES 010 0200067732 BASRI BIN MARJUKI BIN MARJUKI
063 MAK UPG 013 2300144543 DRS. PINAUDDIN PARSAM BIN PARUSSANGI
064 MAK JKS 033 1000235697 ADE KARLINA BINTI MED SURATMAN
065 MAK UPG 031 2300068265 MUHAMMAD ALI BIN NAJAMUDDIN
066 MAK SOC 058 1100187230 ROMLAH BINTI DARTIM
067 MAK SOC 037 1200021944 SYAMSIYATI BINTI KADARUSLAN
068 MAK SUB 032 1300234169 MARIYATIN BINTI H. MARZUKI
069 MAK JKG 015 0900061575 WASITO BIN ATMO SANTOSO
070 MAK JKS 006 1000241618 KANIM BIN JIKIN
071 MAK JKS 067 1000232293 NURSEHA BINTI HASAN
072 MAK BTJ 811 0100028084 AINSYAH BINTI HUSEN
073 MAK UPG 015 2600007288 ABDUL RASYID BIN H.GANIM
074 MAK JKG 043 2800060684 HASANUDDIN BIN KENTONG
075 MAK PDG 016 0300032810 JAMAAN BIN MARAH
076 MAK SOC 045 1100200140 WARTIYEM BINTI WONGSO
077 MAK JKG 041 2800059535 MASRI BIN AHMAD
078 MAK UPG 035 3800006399 AMRA BIN SAMBOKKONG
079 MAK MES 012 0200051606 JUMADI BIN SAIMIN
080 MAK BDJ 010 1900026175 ABU BAKAR BIN DURAHMAN
081 MAK BPN 010 2000021359 IMANSYAH , SIP, MM BIN AHMAD KALEN
082 MAK SUB 032 1300232533 SITI RUKAYAH BINTI H. TOYIB
083 MAK SUB 039 1500030711 AMAQ IMBAR BIN AMAQ MIRASIH
084 MAK JKS 078 1000260074 DEDE SUTISMAN, S.PD BIN SUKANDA
085 MAK JKS 059 1000238992 ADIL HASAN SUTISNA BIN NALI RASYID
086 JED UPG 043 2300076762 A. MAPPEGAU PAELORI BIN A. PAELORI
087 MAK PDG 011 0300066441 BY SIDI BIN BOSEN
088 MAK JKS 052 1000214978 NYI ADJUN BINTI NURIA
089 MAK SUB 001 1300219648 ABD.GANI BIN HAMIDIN
090 MAK SOC 060 1100139987 UMROH BINTI ABDURAHMAN
091 MAK JKG 039 2800054822 NINGRUM BINTI ACOH
092 MAK JKG 018 0800045756 KLINEM BINTI MULYO DIKROMO
093 MAK SUB 021 1300244378 HARNIATI BINTI HASINUDDIN
094 MAK PDG 018 0300028709 DUNIR BIN MALI
095 MAK JKS 055 1000241903 DIAN JAJAT.AR.DRS BIN M.TIMBUL
096 MAK JKS 032 1000225720 LADI BIN TOIMIN
097 MAK SUB 061 1300241535 SARJO BIN SAIDIN
098 MAK JKS 033 1000259973 WAGIMAN SEMIN S BIN DEDREK
099 MAK SUB 007 1300232064 MAISURAH BINTI PAK.SIMAN
100 MAK SOC 056 1100186384 KIBTIYAH BINTI MUKLIS
101 MAK JKS 059 1000232893 EMEH BINTI DASMA ALM
102 JED BDJ 017 1900036833 MUSSRINGAH BINTI MOHAMAD DJAED
103 JED SUB 083 1500048002 IBRAHIM BIN NURDIN
104 MAK UPG 046 2400016174 A M ALI BIN ANDI MAMMA
105 MAK SUB 091 1500045556 ABUBAKAR BIN JAMAL
106 MAK PDG 004 0700013683 KARIHIN BIN SAIRIN
107 MAK BTH 015 0400035901 SUPIYAH BINTI IBUN
108 MAK SOC 057 1100190120 SUGENG BIN MAS`UD
109 MAK SOC 025 1100195661 SAMIN BIN LAPIYO
110 MAK BTH 010 0400036309 DJUNIR BIN CEBE
111 MAK PLS 000 3000059550 M. ROZALI BIN MUHAMMAD
112 MAK SUB 076 1300213765 LILIK IRAWATI BINTI IMAM MUNADJI
113 MAK SOC 054 1100182001 CHOIRI BIN H. RIDWAN
114 MAK BDJ 006 1800011281 SUJA`I BIN KASIJAN
115 MAK SUB 019 1300224229 MUKRI BIN ALWI
116 MAK SOC 040 1200021135 M HAMZAH SASTRA WIJAYA DRS BIN ELON SA
117 MAK BTH 019 1700013426 SULARTI, S PD BINTI WIROHARJOSO
118 MAK JKG 018 0800043691 ICHSAN BIN TONADI
119 MAK JKS 055 1000238629 TOAT BIN TARKAMAH
120 MNA UPG 021 3800005242 KUDDING BIN SUNUSI
121 MNA SUB 056 1500031970 LALU MUSTIADI BIN MAMIQ SINEREP
122 MNA SUB 027 1300215467 MUCHSIN ROSYID BIN ALI MUHSIN,H
123 MNA SUB 022 1300234594 MUNDARI BIN ETTO
124 MNA PLS 000 3000083590 NASRI LANDU ISATONG BINTI LANDU
125 MNA SUB 024 1300241406 NISWATI BINTI FATHOLAN
126 MAK JKG 003 0900062951 SAMSUAR BIN ABDUL HAMID
127 MAK SUB 044 1300222690 RAMIN BIN LAIMAN
128 MAK MES 008 2800053760 DRS APRILMIN BIN KARJONO
129 MNA MES 018 0200069536 OMRAN BIN KASIRAN
130 MAK UPG 025 2400011232 WAODE HATIJAH, M. SE BINTI LAODE MA`RU
131 MAK SUB 070 1300227445 DASAR BIN MARTOWAGIMIN
132 MAK BTH 020 1700019805 JATIAH BINTI JAINI
133 MAK SUB 047 1300246542 MASRUFAN BIN SAMAR
134 MNA SOC 026 1100191729 ROCHMAN BIN MUHADI
135 MNA PLM 017 0600045195 SAPARIDA BINTI BAAYI
136 MNA JKG 046 2800059392 TB.M.ONA T BIN ENJUN
137 MNA JKG 003 0900066384 E. SUMIANY BINTI M.DOELMANHARDIWIJAYA
138 MNA JKS 078 1000332012 MINDAR BIN H. TOYIB
139 MNA BTH 009 0400036183 M ZEN BIN H ROSUL
140 MNA SUB 022 1300337441 B. ASIK BINTI MAKSIKIN
141 MNA BPN 018 2200021305 MASLIA BINTI LAHADO SOHOTI
142 MNA PLS 000 3000084072 MUSLIMIN BITTE PAMAKOJANG BIN BITTE
143 MNA JKS 040 1000256490 MIAH RUMIAH BINTI WIKANTA
144 ARF JKG 022 0800041158 NYOHADI BIN MUJASIM
145 ARF SOC 050 1100188995 KASIRUDIN BIN RADA
146 MNA SOC 062 1100186961 IBNU PADMOHADI, SE. BIN SUBARDHO
147 MNA PLS 000 3000077644 SITI ROSMARINI AFANDI BINTI A AFANDI
148 MNA BTH 023 0400034376 SYAHRUDDIN.A BIN AHMAD
149 MAK MES 017 0200053430 HASAN SIAHAAN BIN JUARA SIAHAAN
150 MAK SUB 055 1300212904 MARTONO BIN KONAWI
151 MNA SOC 036 1200020426 SAMINAH BINTI SANURYAT
152 MNA JKG 007 2800055556 KARMAN, S.E BIN KATIM
153 MNA SUB 062 1300230070 SARMI BINTI PARTOREJO
154 MAK JKS 055 1000250162 NAKIR. BIN TOLO
155 MAK SOC 046 1100190686 SURATI BINTI WIRYO DIHARJO RADAM
156 MAK PLM 018 0600040738 SURIP BIN HJ ABU DARIN
157 MAK SOC 048 1100206689 KARDI HADI SUTRISNO BIN PARTOREDJO
158 MAK SOC 029 1100189671 TRUBUS GUNUNG RUJITO,SH BIN SOEGIHARTO
159 MAK SOC 030 1100191754 SOEWARNO BIN WIRYOSOEKARTO
160 MAK PLM 005 0600091718 H.ABDURRAHMAN NANING ZAKARIA BIN NANIN
161 MAK JKG 032 0800042961 DAMSUKI BIN AYUB
162 MAK PLM 003 0600034306 MATNING ROZALI BIN ROZALI
163 MAK BTH 023 0400035424 HAMSALI HARAHAP BIN H.SYAMSUDDIN HARAH
164 MAK SOC 021 1100188103 ROZANAH BINTI MUHAMAD YUSUP
165 MAK BPN 005 2200012965 DIMYATI BIN PAIJAN
166 MAK PLS 000 3000085253 SUYONO PRAWIROMAWI MATRAIS BIN PRAWIRO
167 MAK SOC 002 1100196406 SAN MURTAMA BIN MURTALIM
168 MAK PDG 001 0300029738 ABDULLAH BIN YAUNA
169 MAK UPG 006 2300059220 RAMANJA BIN KANENG
170 MAK UPG 020 3800008701 RUKIAH BINTI SAYANG
171 MAK JKS 017 1000273834 IMIN SUPRIYATNA BIN OMON
172 MAK UPG 003 3500006584 NURDIN ALI BIN SEU NOKI
173 MAK SOC 045 1100188026 SAIPAN, SH BIN YASA WIJAYA
174 MAK UPG 043 3600006763 SAMAD BIN FALILA
175 MAK BTJ 012 0100032941 ABIDIN BIN HANAFIAH
176 MAK JKS 043 1000259228 WARNI SETIANINGSIH BINTI WALIR
177 MAK JKG 047 2800059002 MUCHLAS BIN HAMBALI
178 MAK SUB 029 1300354919 MASRUR BIN AHMAD
179 MAK SUB 024 1300223881 SUKIRMAN BIN KARIYO REDJO
180 MAK PLM 005 0600040199 WANANI BIN SOHIRI
181 MAK SOC 010 1100196119 AMAT SANDI BIN ABU KASAN DIMEJO
182 MAK SUB 052 1300218322 BADRIATUN BIN H. BASRAN
183 MAK SUB 061 1300217319 SAEKUN BIN H ABDUL MALIK
184 MAK SOC 053 1100200933 SIPAH PARYATUN BINTI KASMAUN
185 MAK BPN 009 2200017701 ALADIN SIRI BIN H.BASRI
186 MAK JKS 018 1000243801 EUIS MINTARSIH BINTI DARMINI
187 MAK MES 010 0200054505 MAHMUD BIN MHD KHATIB
188 MAK SOC 080 1100202969 IMAM BOECHORI BIN MOKTI
189 MAK SOC 041 1200020216 SUHARTI BINTI AHMAD DAIM
190 MAK PLM 015 2700006760 JUBAI BINTI CAL
191 MAK JKS 058 1000247353 JAERIH BINTI KARTOLO
192 MAK SUB 052 1300232859 KASRUP BIN KAIR
193 MAK JKS 082 1000238059 HAMID HAMDUN BIN AWAD HAMDUN
194 MAK JKG 027 0800043979 KARMINI BINTI NASMI HAJA
195 MAK BDJ 015 1900028375 SITI ROPIAH BINTI AHMAD SANUSI
196 MAK UPG 044 3500007727 ELY HIPPY BINTI PADUE HIPPY
197 MAK SUB 058 1300246938 KALIS BIN SURADJI
198 MAK JKS 065 1000268094 RATNA DEWI BINTI AMAT HAMZAH
199 MAK SOC 074 1100207829 BUNYAMIN BIN WIRODIMEJO
200 MAK SOC 071 1100206713 SUMI BINTI TIKO PADI
201 MAK BPN 003 2200013892 AISAH BINTI HI.JUNAID
202 MAK SUB 076 1300234899 SUTJIATI BINTI KASERAN
203 MAK SOC 033 1100183871 WARSITI BINTI KROMODIMEDJO
204 MAK JKG 040 2800052850 M. DJUDI BIN DJAFAR
205 MAK BTH 022 1700016791 MASTUR ODONG RIVAI BIN ODONG RIVAI
206 MAK SOC 029 1100202125 SRI REDJEKI BINTI ABDOEL SOEKOER
207 MAK JKS 073 1000236820 MARWOTO POERWOKOESOEMO BIN DR. SOEWARD
208 MAK SUB 038 1300238877 MUHAMMAD BAKRI BIN ABU AMIN
209 MAK JKS 016 1000202249 E.NAPIS BIN M.MANAF
210 MAD PLS 000 3000079729 MUCH FAUZI RAIS BIN RAIS
211 MAD BDJ 003 1900027840 NAPSIAH,SPD BINTI ABDUL KARIM,HAJI
212 MAK JKG 014 0800045273 ARWANI ASSYA`ARI DULKARIM BINTI ASSYA`
213 MNA SUB 064 1300264520 RASIDI BIN SIHAM
214 MNA SUB 010 1300234406 SAMSUL HIDAYAT,DRS BIN MUSTAFA
215 MNA JKS 024 1000276517 RUHINAH BINTI MARJUKI YUDA
216 MNA BDJ 011 1900027769 ASIAH,HJ BINTI SAID
217 MNA SOC 033 1100188065 MUNAH BINTI KARTAMI
218 MAK JKG 016 0900063684 M.SAMAN BIN MUHA
219 MAK SOC 059 1100206852 RUBA BIN WAJAN
220 MAK SUB 076 1300241091 ADHI PRIYONO, DRS BIN ABDULLAH
221 MAK UPG 011 2300046572 IRABA BINTI MADE
222 MAK SUB 082 1300220523 SRIHAYAH BINTI KANDAM
223 MAK JKG 001 0900059524 SYAHRIR BIYA BIN SYAMSUDIN BIYA
224 MAK JKG 001 0900061224 BAMBANG NURHENDRO, BA BIN SUPARNO PART
225 MAK MES 016 0200055665 LAPPO RITONGA BIN BAGINDA NAGA RITONGA
226 MAK JKS 065 1000261032 SANIN BIN KENENG BIN KENENG
227 MAK SOC 015 1100179071 AMIEN BIN BUSTAM
228 MAK BTJ 013 0100046395 HALIMAH BINTI HASAN SANI
229 MAK BPN 013 2000025327 NACEK BIN MAAT
230 MAK BTJ 013 0100043113 SELAMAH BINTI AJAD
231 MAK PDG 019 0300029274 A DT TUNGGA KAYO BIN MAK ARAB
232 MAK BDJ 004 1800010111 SITI SARAH BINTI AMIR
233 MAK PLS 000 3000072848 EMPI YAYAH ROKAYAH BINTI EMUSTANI (ALM
234 MAK SOC 058 1100188557 KURNATA BIN H. ABDUL SALAM
235 MAK SUB 008 1300225012 ABDULLAH BIN WONGSO
236 MAK JKS 041 1000268223 MUSA BIN MADHASAN
237 MAK SUB 043 1500028365 MUN BIN AMAQ MASIRAH
238 MAK SUB 033 1300226520 AL ISYOM BIN NUR SAID
239 MAD PLS 000 3000068387 MASFI`I BIN ROCHMANI SULASTRI
240 MAD PLS 000 3000073509 ABDUL SALAM KAMMASETTARE BIN KAMMASE
241 MAD PLS 000 3000067162 RUSTAM EFFENDY MAHARIM BIN MAHARIM
242 MAK JKS 012 1000257352 DUROHIM BIN ROI
243 MAK SOC 052 1100203796 SUBARI BIN DJARKASI
244 MAK SOC 012 1100186483 SUHARTONO SH MM BIN HADI SUWARNO
245 MAK BTJ 012 0100062574 MUHAMMAD LAHANI BIN MAINSE MANAM
246 ARF SUB 022 1300214627 SUMINTO P.SUBAERI BIN SUKMO
247 MAK JKG 017 0800041507 SARIYATIH BINTI DJOPAWIRO
248 MAK JKG 027 0800067171 MUHADI UTOMO KARYO DIMEJO BIN KARYO D
249 MAK SUB 086 1300246717 MATNGALI H ALI S. BIN DJAPAR
250 MAK SOC 020 1100384077 MUNAWARI BIN SALIM
251 MAK REG 000 7320000298 ANDI ASMAR HAMZAH BIN AM HAMZAH
252 MAK BTH 014 0400038517 DELIMA BINTI SU`AT
253 MAK JKG 034 0800046216 M.RAMLAN BIN NOLO SUJARWO
254 MAK BTH 011 0400034787 CUMAK BINTI LIPI
255 MAK SOC 057 1100194673 YASKUR BIN SAKIRUN
256 MAK BTJ 002 0100026054 RUSLAN BIN HAJI HASYEM
257 MAK SUB 089 1600004513 SITI ANISA BINTI H.UMAR AMUNG
258 MAK PLM 008 0600060555 M.DIAH BIN SENDI BIN SENDI
259 MAK SUB 090 1600003828 D.J.KOKO BIN HAJI KOKO
260 MAK JKS 064 1000240921 MEMA RESMANA BIN EMBON
261 MAK JKG 025 0800045402 NUR KHOLIQ BIN MUKTI ALI
262 MAK BTH 023 0500022728 DAUD REBO BIN MAT REBO
263 MAK JKS 034 1000209741 ENAD JENAB BINTI H ADRAI
264 MAK SOC 080 1100191582 JAELANI BIN KASBULAH
265 MAK BDJ 012 1900029088 DUMAS BINTI JARKASIH
266 MAK PLM 021 2700006491 MAZIDAH BINTI MAJAS
267 MAK SOC 011 1100197937 MARSIYAH BINTI SURODIMEJO
268 MAK SUB 088 1300218648 ABDUL ROHMAN BIN ADNAN.H
269 MAK UPG 036 2300061688 SITTI NURBAYA BINTI MUH. KASIM
270 MAK PLM 018 0600046148 BAKARONI BIN KURIS
271 MAK SUB 014 1300221163 MAS AMAH BINTI SARJONO
272 MAK BPN 018 2200019751 SITTIARAH BINTI LOLO YAMANGGATI
273 MAK JKG 027 0800067172 SAMINEM KARTO DIRYO BINTI KARTO DIRYO
274 MAK BPN 007 2100004617 SAIFUL PILOMONU BIN BALU PILOMONU
275 MAK SUB 055 1300234979 NURUDDIN BIN RISMAN.
From [beritajatim.com] / [inilah.com]
Nov 12, 2011
Ups..! Tiga Teknisi Kapal Tewas Menghirup Gas Karbon

Ups..! Tiga Teknisi Kapal Tewas Menghirup Gas Karbon

GAS KARBON DIOKSIDA-- Tiga teknisi kapal yang sedang bekerja di dalam ruang mesin Kapal Milenium, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tewas menghirup gas karbon dioksida dari tabung pemadam kebakaran yang bocor, Jumat (11/11/2011) sore.

Ilustrasi
Ketiga kroabn tewas adalah Eko Susetyo (46), Nicho S (24), dan Segar Darius Siregar (51). Selain itu, seorang teknisi lainnya, Ridwan Rizki Amelia (25) dan seorang anak buah kapal Untung Widodo (25) kritis karena ikut menghirup gas tersebut. Keduanya kini dirawat di Paviliun Arumdalu RS Sukmul Sisma Medika, Tanjung Priok.

Menurut salah seorang rekan korban, Teguh (30), tiga korban tewas ditemukan terbaring lemas di dalam ruang mesin. Kemudian dua korban yang kritis pada saat itu berusaha menyelamatkannya, tetapi kemudian mereka pun sesak nafas. "Dua teman saya yang kritis ini juga ikut pingsan, tetapi nyawanya masih tertolong," kata Teguh.

Para korban yang bekerja sebagai teknisi kapal itu berasal dari perusahaan PT Anugerah Biru Laut. Mereka sedang bekerja memperbaiki Kapal Milenium jenis tangker di Dok 4, Pelabuhan Tanjung Priok. sumber: kompas.com
Nov 9, 2011
Beredar Foto-Foto Mesra Istri Muda Suami Peggy di Twitter

Beredar Foto-Foto Mesra Istri Muda Suami Peggy di Twitter

BEREDAR FOTO-FOTO MESRA SUAMI PEGGY DAN ISTRI MUDANYA - Banyak foto yang merekam kemesraan suami Peggy Melati Sukma dan istri mudanya Leenda Venus.
Foto Leenda Venus Dan Wisnu Tjandra DiPamerkan Di Twitter

Ya, Leenda Venus, disebut-sebut sebagai orang ketiga perceraian Peggy Melati Sukma dan Wisnu Tjandra. Wisnu dan Linda dikabarkan sudah menikah saat Wisnu dan Peggy masih berstatus sebagai suami istri.

Foto Leenda Venus Dan Wisnu Tjandra DiPamerkan Di Twitter

Vice President Director Bank Artha Graha Internasional tersebut juga dikabarkan kerap memanjakan Leenda dan ketiga anaknya.

Foto Leenda Venus Dan Wisnu Tjandra DiPamerkan Di Twitter

Banyak foto yang merekam kemesraan keluarga ini. Wisnu juga sering mengajak mereka jalan-jalan sambil berlibur ke Hongkong dan Bali.

Foto-foto Leenda Venus dan Wisnu di web http://lockerz.com/gallery/3823651 menjadi saksi kemesraan Leenda dan Wisnu Tjandra.

Di salah satu foto mesra itu, ada keterangan yang menunjukkan kalau keduanya memang sudah menikah. Foto diambil Agustus 2011 itu Leenda menyebut ia sedang merayakan ulang tahun pernikahan dengan Wisnu. Foto itu diambil di Singapura.

All about "august'2011" #weddingannyversarytengah merayakan hari pernikahan, kicau Leenda di satu foto mesra bersama Wisnu yang dipamerkan Leenda di twitter. sumber: tribunnews.com

Judul Buku: Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Maluku (edisi revisi)

Judul Buku: Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Maluku (edisi revisi)

Buku Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Malukudititikberatkan pada pandangan, kedudukan, dan peran Orang Maluku atau Anak Negeri Maluku, menyangkut konflik Maluku.

obor.or.id
Kerinduan untuk memberikan kejelasan secara objektif menyangkut konflik Maluku telah lama muncul karena berbagai kajian para ilmuwan, politisi, aktivis LSM, dan sebagainya, sering keliru dan terus-menerus menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat khususnya Anak Negeri Maluku.

Selain penjelasan sebagai jawaban terhadap permasalahan pokok menyangkut konflik Maluku, beberapa materi di dalam buku ini, berisi hal-hal prinsip sebagai gugatan terhadap pengetahuan umum masyarakat dan berbagai literatur ilmuwan menyangkut Indonesia antara lain:

Apakah nama Indonesia adalah nama asli dari suatu kelompok masyarakat yang menjadi identitas negaranya saat ini ataukah sebagai suatu kata asing dan hasil rekayasa sehingga kata tersebut sebagai sebuah kata yang tidak bermakna?

Apakah proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sama dengan proklamasi negara Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 1945?

Apakah Indonesia sebagai negara bangsa atau negara bangsa-bangsa?

Apakah benar, Anak Negeri Maluku dapat disebut sebagai bangsa Indonesia?

Apakah RMS adalah sebuah gerakan separatis terhadap NKRI ataukah sebuah negara yang sah? Dan berbagai pertanyaan prinsip lainnya akan terjawab di dalam buku ini.

Buku ini akan menggugah kesadaran objektif para ilmuwan untuk mengoreksi berbagai literatur, juga kesadaran baru bagi para penentu dan pelaksana kebijakan. sumber: inilah.com

Judul Buku: Membongkar Konspirasi di Balik Konflik Maluku (edisi revisi)

ISBN: 9789794617915

Penulis: Semuel Waileruny

Penerbit: Yayasan Obor Indonesia

Terbit:Oktober 2011

Tebal: 264 halaman
Nov 4, 2011
Ups! Tina Talisa Hengkang dari TvOne

Ups! Tina Talisa Hengkang dari TvOne

Presenter cantik di stasiun televisi tvOne, Tina Talisa, mengundurkan diri dari stasiun televisi milik politisi dan pengusaha Aburizal Bakrie tersebut.
Tina Talisa

Kepastian Tina meninggalkan pekerjaannya sebagai presenter di stasiun televisi tersebut, disampaikannya langsung melalui akun twitternya di @Tina_Talisa, tanggal 2 November 2011 lalu.

“Saya masih ingat bergabung dengan tvOne tanggal 1 Mei 2007. Saat itu masih bernama Lativi. Saya sangat bangga menjadi bagian dari pasukan seragam merah,” ucap presenter lulusan FKG Unpad tersebut di akun twitternya.

“Saya merasakan indahnya perjuangan bersama dengan tim yang luar biasa untuk melahirkan tvOne yang hadir 14 Februari 2008,” imbuhnya.

Masih melalui akun twitternya, Tina menyampaikan permohonan maafnya atas segala kesalahannya selama menjadi presenter di stasiun televisi berita tersebut. Namun Tina tidak menjelaskan, kemana ia akan melanjutkan karirnya, apakah pindah ke stasiun televisi lainnya seperti beberapa rekannya, atau berhenti sebagai wartawan dan menjadi seorang ibu rumah tangga.

Sebagai seorang presenter televisi, Tina cukup dikenal oleh masyarakat. Mantan finalis Puteri Indonesia 2003 itu memulai karirnya di dunia televisi saat menjadi presenter acara Reportase Sore di Trans TV.

Tina Talisa
Pada tahun 2007 Tina pindah ke Lativi, yang sejak tahun 2008 berubah menjadi tvOne. Saat itu ia menjadi asisten produser merangkap news presenter.

Tina pernah menikah dengan putra mantan Kepala Bapenas Paskah Suzetta, Muhammad Eggi Hamzah. Namun mereka bercerai pada tahun 2009. Pada 17 Juli 2011 lalu, Tina menikah lagi dengan Amrinur Okta Jaya, seorang pengusaha restoran dari Aceh. sumber : Tribunnews.com


Nov 3, 2011
Duel Maut Deddy Corbuzier Vs Limbad

Duel Maut Deddy Corbuzier Vs Limbad

Persaingan dua magician, Deddy Corbuzier dan Limbad semakin memanas. Duel di antara mereka rupanya tak bisa lagi terelakkan. Masing-masing ingin membuktikan siapa yang terbaik lewat sebuah permainan yang membahayakan nyawa.

Duel itu bermula karena Limbad berambisi menjadi mentalist terhebat, mengalahkan Deddy Corbuzier, yang memang lebih senior dan ngetop. Untuk itu Limbad melakukan segala cara.

Bahkan, pria yang tak pernah bicara itu, tega memfitnah dengan mengatakan sulap-sulap yang dilakukan Deddy merupakan hasil ilmu sihir. Padahal, Deddy tidak pernah menggunakan sihir, jimat, atau lainnya untuk menunjukkan aksinya sebagai mentalist.

Peristiwa duel tersebut merupakan cerita dari sebuah film berjudul The Mentalist yang dibintangi Deddy dan Limbad. Dalam film yang diproduksi Bintang Kawakibi Pictures itu, Deddy berperan sebagai dirinya sendiri. Sedangkan, Limbad berperan sebagai Ronggo Sewu.

Film ini sarat dengan adegan sulap yang seru dan menegangkan. Tidak ada trik yang menghiasi setiap adegannya. Sebab, Deddy tidak mau kamera trik membuat orang mengira, apa yang telah dilakukannya selama ini, dalam setiap pertunjukkan merupakan kebohongan. sumber:tribunnews.com


Oct 27, 2011
"Bullying" di SMA 70 Jakarta Bukan Aksi Spontan

"Bullying" di SMA 70 Jakarta Bukan Aksi Spontan

KEKERASAN DI SEKOLAH-Salah seorang orangtua siswa SMAN 70 Jakarta, Ichwan Ramli, mengeluhkan betapa sulitnya memutus "tradisi" bullying yang terjadi di sekolah anaknya. Sejatinya, sejak tiga tahun lalu ia melibatkan diri untuk memutus mata rantai kekerasan di sekolah tersebut.


ilustrasi
Akan tetapi, langkah itu sulit dilakukan karena minimnya sinergitas antarpihak terkait. Pihak sekolah juga dinilainya terkesan membiarkan terjadinya praktik kekerasan tersebut.

Menurut catatannya, dalam beberapa tahun ini telah terjadi puluhan tindak kekerasan yang melibatkan siswa-siswa di SMA berstatus RSBI itu. Bahkan, menurut Ichwan, tidak sedikit jumlah korban dari bullying tersebut, baik itu luka secara fisik maupun psikologis.

"Tawuran dan kekerasan yang melibatkan SMAN 70 itu terjadi setiap tahun dan kasusnya mirip-mirip. Ada yang korbannya sampai gegar otak ataupun luka karena senjata tajam," katanya, Kamis (27/10/2011), di Kantor Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta.

Hari ini, sejumlah orangtua siswa mengadukan tindak kekerasan di SMA 70 yang semakin meresahkan mereka.

Menurut Ichwan, tindak kekerasan yang melibatkan siswa SMAN 70 sudah sangat sistemik karena terus berulang dan terjadi pembiaran meski pihak sekolah telah mengetahuinya. Tindak kekerasan tersebut dinilainya tidak terjadi secara spontan, tetapi seperti ada yang telah merancangnya. Hal itu terlihat dari beberapa kegiatan yang menjadi "ikon" sekolah tersebut, seperti "Bulungan Cup", suatu kegiatan olahraga tingkat SMA yang awalnya merupakan kegiatan positif, tetapi kemudian dibelokkan menjadi media untuk melakukan kekerasan kepada yunior.

Ichwan menjelaskan, Bulungan Cup adalah event tahunan yang dilaksanakan oleh siswa kelas tiga. Akan tetapi, para siswa kelas tiga memanfaatkan adik kelasnya sebagai sumber dana untuk kegiatan tersebut. Menurut keterangan Ichwan, pernah dalam suatu waktu semua kelas diharuskan menyetor Rp 1 juta setiap minggu untuk menutupi keperluan event tersebut.

"Di SMAN 70 juga ada budaya yang tidak masuk akal, di mana para siswa kelas satu tidak dianggap sebagai manusia, kelas dua dianggap sebagai manusia, dan siswa kelas tiga dianggap sebagai dewa. Jika uang tidak terkumpul, maka para siswa yunior akan direjes (dihukum)," ujarnya.

Tindakan bullying dan tawuran yang terjadi di SMAN 70, katanya, membuat para orangtua siswa prihatin.

"Beberapa orangtua bergabung untuk bisa memutus mata rantai ini, tapi belum berhasil dan terus berlanjut karena menciptakan dendam. Jika spontan tentu kita mengerti sebagai kenakalan biasa, tapi ini berulang dan sistemik," ujar Ichwan.

Tanggapan SMAN 70

Menanggapi keluhan para orangtua yang mengadu ke Komnas Perlindungan Anak, Kepala SMAN 70 Jakarta Sudirman Bur menyayangkan aksi sejumlah orangtua siswa tersebut. Menurut dia, para orangtua seharusnya dapat menyelesaikan permasalahan ini secara internal.

"Saya rasa para orangtua bertindak terlalu jauh. Ini, kan, persoalan internal dan semua pihak sangat terbuka mendiskusikan solusinya," kata Sudirman, Kamis (27/10/2011), di Jakarta.

Namun, ia tidak menampik bahwa aksi kekerasan di kalangan siswa memang masih terjadi di sekolah yang dipimpinnya. [ Sumber ]


Burung Elang Brontok Muncul di Merapi

Burung Elang Brontok Muncul di Merapi

YOGYAKARTA - Tim Ekspedisi Sabuk Merapi jalur Kinahrejo, Kamis (27/10/2011), melakukan pendakian ke Merapi menuju Labuhan Lama.


ilustrasi

Pantauan lapangan Tribun Jogja bersama tim, sebagian besar pohon-pohon asli Gunung Merapi tampak mulai tumbuh daun meskipun sudah dalam keadaan roboh. Tampak Elang Brontok (Spizaetus Sirrhatus) Merapi berwarna cokelat terbang memanfaatkan udara panas (terbang soaring) di sekitar lereng Merapi.

"Elang itu terbang soaring dari pukul 07.30 WIB-11.00 WIB," kata Arif Sulfiantono dari Taman Nasional Gunung Merapi.

Data GPS, saat ini tim masih berada di O7' 33" 59,2" S, 110' 25" 38,5 " BT ketinggian 1461 Mdpl di jalur labuhan ketika jarum jam menunjukan pukul 07.55 WIB. (*) Ekspedisi Sabuk Merapi 2011
[ Sumber-Tribunnews.com ]


Kronologi Pembatalan Acara Sumpah Pemuda

Kronologi Pembatalan Acara Sumpah Pemuda

SUMPAH PEMUDA - Acara peringatan sumpah pemuda yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPIM) dibatalkan pihak KBRI. Berikut kronologinya versi PPIM:

Foto Tribunnews.com


1. 20 Oktober 2011, sdr Fahmisyam selaku ketua panitia acara mengirim surat permohonan izin tempat Aula Hasanudin KBRI - KL ke Bpk Nasrul selaku staff Atase Pendidikan. Yang biasanya prosedur seperti ini akan di-forward langsung oleh beliau ke Atase Pendidikan yaitu Prof Rusdi.

2. 20 Oktober 2011 10.17 am, setelah surat terkirim, Marlin Ramadhan Baidillah menghubungi (sms) Prof Rusdi untuk membincangkan persiapan acara tsb. 12.48 pm Prof Rusdi baru mengkonfirmasi untuk bisa berdiskusi pada hari jumat pkl 10.00 am.

3. 21 oktober 2011 10.00 am, Surat permohonan Izin dari PPIM belum sampai ke Prof.Rusdi (kata pak Nasrul). Prof Rusdi baru membaca dan mendapat penjelasan dari Marlin. Dalam diskusi telah dinyatakan kesediaan KBRI mengenai kesiapan tempat pada hari-H namun dengan catatan adanya perubahan pembicara. Pembicara disarankan diubah sehingga hal ini perlu dilakukan diskusi terlebih dahulu oleh PPIM. Dengan demikian, surat permohonan izin perlu direvisi untuk nantinya disampaikan ke KUAI.

4. 24 Oktober 2011, surat-surat yang diperlukan: permohonan izin tempat, konsumsi, akomodasi dan pembicara dari Pak Wirana, Prof Rusdi dan pak Suryana sudah disampaikan ke Pak Nasrul dan email at-dik.

5. 24 Oktober 2011 petang, sdra Dimas B.W. Kusuma selaku Sterring Committee acara bersama Fahmisyam berjumpa dengan Prof Rusdi untuk menyampaikan bahwa secara prinsip kegiatan udah siap tinggal memastikan tentang tempat acara. Pada kesempatan itu Prof Rusdi menyatakan bahwa acara ditunda dikarenakan waktu yang terlalu singkat untuk persiapan acara seperti Aula Hasanudin dan konsumsi. Juga pada hari itu dikhawatirkan tidak hadirnya Pak Wirana yang kabarnya baru pulang dari Indonesia. Hal ini memaksa sdra Dimas dan Fahmi untuk berdiskusi ulang dengan sdra Marlin dan sdra Zulham via telepon. Setelah dilakukan diskusi, sdra Dimas dan Fahmisyam berusaha untuk menjumpai Prof Rusdi. Namun sayang, beliau sudah pulang lebih awal dan hingga pukul 06.38 pm handphone beliau tidak dapat dihubungi.

6. 25 Oktober 2011 09.00 am, Prof Rusdi tidak dapat dijumpai dengan alasan ada tamu. Atas informasi dari Ibu Wiwik (staff atase pendidikan) via telepon (09.40 am) bahwa KBRI tetap tidak mengizinkan acara diadakan pada hari rabu 26 oktober dengan alasan waktu persiapan yang singkat dan juga pada hari itu adalah hari libur sehingga akan menyulitkan bagi pekerja2 yang akan menyiapkan tempat. Dalam hal ini KBRI juga menyarankan jika acara tetap diadakan tanggal 26 oktober maka baiknya diadakan di tempat lain dan KBRI tetap akan membantu dalam hal pembiayaan konsumsi. Tapi dengan waktu yang sempit akan sulit bagi Panitia Pelaksana untuk mencari tempat.[Sumber ]


Oct 26, 2011
Ups.! Andhika Ngaku Mau Ikut Tante Malinda Dee

Ups.! Andhika Ngaku Mau Ikut Tante Malinda Dee

Si Seksi Pembobol Citibank-Suami siri Malinda Dee, Andhika Gumilang ternyata memiliki sejumlah identitas palsu. Jaksa pun akhirnya mendakwa Andhika atas tindak pidana pemalsuan kartu identitas atau KTP.

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA


Dalam persidangan lanjutan Andhika Gumilang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (26/10/2011). Andhika diketahui pernah mengajukan surat pindah kepada kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 2 Juni 2010.

Kepala Satuan Pelayanan Pendudukan Kelurahan Tanjung Barat, Ahmad Yusuf mengatakan dalam surat tersebut Malinda Dee berstatus kepala keluarga.

"Malinda pernah ajukan surat pindah Mei 2010. Dalam kartu keluarga baru tertera Malinda sebagai kepala keluarga," kata Ahmad dihadapan majelis hakim yang diketuai Yonisman.

Ahmad juga melihat status Andhika terus berubah-ubah. Ia pernah bertemu kembali dengan Andhika untuk pembuatan KTP namun dalam Kartu Keluarganya status model tersebut kembali berbeda.

"Diawal, nama Andika tidak tercantum waktu itu terdakwa bilang mau ikut tante Malinda," kata Ahmad.

Sementara, Lurah Senayan Ratu Dyan Herawati mengatakan penyidik pernah memberikan fotokopi KTP atas nama Juan Ferrero dengan alamat di Capital Residence.

"Itu memang wilayah saya. Di KTP tertulis lurah nama saya," kata Ratu.

Namun, Ratu membantah bila di KTP tersebut merupakan tanda tangannya. "Tidak pernah teregister di kelurahan Senayan. Saya merasa dirugikan karena identitas saya digunakan," ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Helmi mengatakan perbuatan Andhika yang menggunakan KTP palsu tersebut telah menimbulkan kerugian immateriil, baik bagi pihak Kelurahan Senayan maupun bagi pihak Bank BCA KCP Tebet Barat, Jakarta Selatan.

JPU menjerat Andhika melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP. Andhika diduga dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati.
[Tribunnews.com]


Oct 25, 2011
Beredar Rokok Berisi Gabus dan Paku

Beredar Rokok Berisi Gabus dan Paku

Hati-hati dan waspada, terutama bagi para perokok.Sebab, akhir-akhir ini telah beredar rokok palsu merk SM di Kabupaten Muaraenim Sumatera Selatan. Rokok tersebut hanya berisi gabus dan untuk pemberatnya di isi paku.

ilustrasi
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com di lapangan, Senin (24/10), terungkapnya peredaran rokok palsu merek SM tersebut berawal ketika Ivan salah seorang pegawai Toko Amanda Mini Market, membeli rokok merek SM beberapa pack dari toko DR di pasar Muaraenim.

Ketika rokok tersebut akan dibuka ia curiga dengan bentuk dan berat rokok tersebut. Karena penasaran, ia pun segera membuka bungkus rokok tersebut.

Ketika dibuka betapa terkejutnya dia, sebab isi rokok tersebut bukannya rokok seperti biasa tetapi gabus yang diisi dengan paku sebagai pemberatnya.

Melihat hal tersebut ia pun melaporkan temuannya
tersebut ke pemilik toko. Lalu atas saran pemilik toko akhirnya rokok tersebut dikembalikan ke Toko DR tempat ia membeli rokok sebelumnya.

DR, pemilik Toko DR, membenarkan adanya rokok yang dikembalikan oleh pembelinya.

Rokok tersebut sudah diganti dengan rokok merek yang sama.

Menurutnya, rokok tersebut sebenarnya ia beli dari oknum warga beberapa waktu lalu yang katanya ia dapat membeli di arena pasar malam.

Atas kejadian ini, pihaknya tidak akan membeli lagi dari oknum warga yang tidak jelas asal-usulnya.

“Memang pada waktu membelinya, saya sudah ingatkan suami saya untuk tidak membeli rokok dari oknum warga tersebut. Namun oknum warga itu memaksa
untuk membeli rokok itu, sehingga suami saya terpaksa membelinya sebanyak 10 pack dengan harga satu pack Rp 104 ribu,” ujar istri DR. [Tribunnews.com]


Oct 15, 2011
Aksi Akrobat Polisi Subang Bikin Heboh di YouTube

Aksi Akrobat Polisi Subang Bikin Heboh di YouTube

Aksi polisi yang ditayangkan di YouTube kembali menguncang dunia maya. Kali ini, ditunjukkan anggota Satuan Lalu (Satlantas) Lintas Polres Subang Bripka Karno Suroyo yang beraksi di atas motor dinasnya.

youtube.com

Setelah Briptu Norman Kamaru beraksi dengan menyanyikan lagu “Chaiya-chaiya” secara lip sync di YouTube, kali ini seorang anggota Polri bernama Bripka Karno Suroyo kembali beraksi di YouTube. Namun kali ini anggota Satlantas Polres Subang itu tidak bernyanyi, tetapi berakrobat diatas motor dinasnya.

Dalam tayangan video berdurasi 5 menit 29 detik itu, Bripka Karno yang mengenakan pakaian lengkap Satlantas mengendarai motor patwal. Dia melakukan aksi akrobatik di atas motornya di jalanan sepanjang 15 km atau dari Jalan Cijambe menuju Ciater, Subang.

Tentu saja, bagi yang tidak memiliki keahlian, aksi Bripka Karno ini sangat membahayakan. Pasalnya, sepanjang jalan 15 Km Bripka Karno menunjukan kebolehannya di atas motor dengan melepas kedua tangannya.

Aksi lepas tangan itu dilakukan Bripka Karno dengan posisi duduk, berdiri, bahkan setengah tidur dengan kecepatan kendaraan rata-rata 80 km per jam dan jalanan dalam kondisi banyak lalu lalang kendaraan serta berkelok-kelok.

Dalam video berjudul 'Aksi Akrobatik Polantas Subang' yang diposting oleh seseorang dengan akun 00759670 pada 4 Oktober lalu, Bripka Karno tampak menikmati aksinya. Sesekali dia terlihat melempar senyum dan posisi hormat kepada pengguna jalan yang melintas dari arah berlawanan.

Menurut Karno, aksi akrobatnya itu bukan untuk mencari sensasi tapi memang sudah menjadi kebiasaan dalam beberapa tahun ini sebagai polantas. "Tujuannya menghibur saja. Pimpinan merespons dan menganggap aksi ini sebagai hiburan,” kata Karno.[bay][metropolitan.inilah.com]


Oct 8, 2011
[INFORMASI BARANG LELANG] Barang Negara Ex Gratifikasi Akan Dilelang Selasa

[INFORMASI BARANG LELANG] Barang Negara Ex Gratifikasi Akan Dilelang Selasa

INFORMASI BARANG-BARANG LELANG Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V, akan melaksanakan penjualan lelang barang milik negara yang berasal dari barang gratifikasi komisi pemberantasan korupsi (KPK).

ilustrasi
Berdasarkan rilis Direktur Biro Hukum dan Humas Purnama T Sianturi, disebutkan lelang ini akan dilakukan pada Selasa (11/10/2011) pekan depan, Pukul 10.00-15.00 WIB, bertempat di Aula Prijadi Praptosuhardjo (gedung eks MA), jalan Lap. Banteng Timur No 2-4, Jakarta. Sebelum lelang digelar sehari sebelumnya, Senin (10/10/2011), akan dilakukan penjelasan lelang pada pukul 10.00-15.00 WIB, dan tempat yang sama.

“KPKNL akan melakukan penjualan lelang terhadap 84 unit barang Negara yang berasal dari barang gratifikasi KPK yang menjadi barang miliki Negara sejak 2009 hingga Oketober 2011 diterima Menteri Keuangan dari KPK,” ungkap Purnama, dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Dikutip dari Pengumuman Lelang DKJN Kemenkeu Nomor : PENG-06/KN.5/201, ke-84 unit barang gratifikasi KPK yang akan dilelang di antaranya Jam Tangan Merk ROLEX, Komputer Jinjing Merk Apple Macbook Pro, I Pad 32 GB WiFi, Smartphone Blackberry Onyx 9700 dan Screenguard, I Pod Touch 32 GB (Generasi 4), I Pod Touch 32 GB (Generasi 3) Handycam Merk Sony DCR-SR42E. Pun ada perhiasan dan logam mulia, seperti Kalung Wanita, Logam Mulia 5 Gram, Logam Mulia 3 Gram, dan lainnya.

Adapun syarat lelang ini adalah:
1. Objek yang di lelang dalam keadaan apa adanya, dan kepada peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi objek lelang.
2. Peserta lelang diwajibkan menyetor uang jaminan lelang sesuai daftar di atas untuk masing-masing objek lelang yang diminati yang disetor tunai kepada Pejabat Lelang, paling lambat 1 jam sebelum pelaksanaan lelang. Khusus untuk objek lelang nomor 1 uang jaminan lelang disetor melalui rekening KPKNL Jakarta V pada PT BNI (Persero) Cabang Kramat No. Rek. 10554978 a.n. Penampungan Lelang KPKNL Jakarta V dan sudah efektif paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang.
3. Peserta lelang akan diberikan kesempatan untuk melihat dan meneliti secara fisik barang yang akan dilelang dan penjelasan lelang (aanwijzing).
4. Peserta lelang atau Kuasanya harus hadir pada saat pelaksanaan lelang.
5. Penawaran lelang dilakukan secara lisan.
6. Pemenang lelang harus menyelesaikan pelunasan pembayaran pokok lelang dan bea lelang paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.
7. Karena satu hal dan lain hal, pihak Penjual dan/atau Pejabat Lelang dapat melakukan pembatalan/ penundaan lelang terhadap objek lelang tersebut diatas, dan pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada Pejabat Lelang/KPKNL Jakarta V dan pihak Penjual/DJKN.
Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Telp: 021-3449230 ext 4520 atau KPKNL Jakarta V
Sumber-Tribunnews.com



Oct 7, 2011
Dapat SMS Minta Transfer? Lapor ke Nomor Ini

Dapat SMS Minta Transfer? Lapor ke Nomor Ini

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk melaporkan penipuan melalui SMS yang meminta transfer ke rekening tertentu. Pihak perbankan juga diminta untuk menindaklanjuti pengaduan itu dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah warga dirugikan.

Anda sering menerima SMS minta transfer dana?
(theexpiredmeter.com)
Ditekankan Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah, sesuai Peraturan BI tentang Pengaduan Nasabah, bank wajib memiliki unit pengaduan. Segala pengaduan yang masuk wajib ditindaklanjuti dan bank harus menghentikan hubungan usaha bila diketahui nasabah menggunakan identitas secara tidak benar.

BI dan 12 bank nasional yang tergabung dalam Working Group Mediasi Perbankan (WGMP) sepakat memerangi praktik penipuan melalui SMS yang meminta transfer sejumlah uang ke rekening tertentu. Bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, CIMB Niaga, Bank Mega, Bank Permata, OCBC NISP, Danamon, BII, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Muamalat.

"Mereka berkomitmen untuk bekerja sama melakukan penanggulangan yang bersifat preventif untuk melindungan nasabah bank dari SMS-SMS tersebut," ujar Difi dalam pesan singkatnya, Jumat, 7 Oktober 2011.

Untuk itu, semua bank itu akan menyediakan call center untuk menerima pengaduan nasabah yang menerima SMS penipuan semacam itu. Berikut nomor call center yang bisa Anda hubungi:

- Halo BCA: 500888 atau 021-500888 via ponsel
- Bank Mandiri: 14000 atau 021-52997777.
- BRI: Call BRI 14017 atau 500017
- Bank Muamalat: Salammuamalat 500016 atau 021-500016 melalui ponsel.
- BNI Call 500046
- Danamon Acces Center: 021-34358888 atau via ponsel 67777
- Call OCBC NISP: 500999 atau 66999 melalui ponsel.
- Call Center Bank Niaga: 14041
- Bank Mega: 021-79175555
- Bank Syariah Mandiri: 021-52997755
- BII: 021-78869811
- Bank Permata: 500111
Sumber • VIVAnews


Oct 4, 2011
Tips Kenali Ciri Makanan Berformalin

Tips Kenali Ciri Makanan Berformalin

Produk berformalin secara perlahan akan membunuh konsumennya. Terlebih, sebagian besar makanan tersebut mudah dijumpai dan bisa dikonsumsi masyarakat luas. Maka dari itu, ada baiknya mengenali ciri makanan berformalin sejak dini.

ilustrasi
Makanan berformalin tidak rusak beberapa hari dan teksturnya begitu kental. Selain itu, juga tak dihinggapi lalat. Pada ikan, warnanya tak cemerlang. Warna insang terlalu merah atau merah tidak wajar.

Sebuah gudang tempat penyimpanan ikan di Muara Baru, Jakarta Utara, digerebek Polisi Air Polda Metro Jaya, kemarin. Sedikitnya 150 ton berbagai jenis ikan yang baru saja diimpor dari Cina dan Pakistan disita, karena diduga mengandung formalin.

Hingga kini polisi belum menetapkan satu orang pun menjadi tersangka karena masih menunggu proses penyelidikan lanjut  sumber-Liputan6.com


Oct 3, 2011
Wanita Cantik Jadi Pendukung Banggar Sambangi

Wanita Cantik Jadi Pendukung Banggar Sambangi

Srikandi Anti Korupsi ,Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan tamu para wanita cantik. Memakai kaos ketat berwarna putih dan celana jeans pendek yang juga ketat, 13 wanita ini mengaku sebagai Srikandi Anti Korupsi. Sebagian mereka memakai kacamata hitam.


sindikasi.net
 Kedatangan para wanita cantik berbaju dan celana senada ini pun menarik perhatian awak media dan pegawai di lingkungan KPK.

Sementara para wanita ini mengaku tulus datang ke Gedung KPK, untuk mendukung dua pimpinan Badan Anggaran (Banggar) menjalani pemeriksaan. "Kita nggak dibayar," ujar Winda, satu dari 13 wanita-wanita itu, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Sayangnya, ke-13 wanita-wanita cantik itu tampak tak mengerti ihwal Banggar diperiksa KPK hari ini. Membawa spanduk bertuliskan "I Love Banggar", "Jangan fitnah Banggar" dan "Berantas Korupsi yes Fitnah Non"

Mereka hanya berdiri bak model di pelataran Gedung KPK sembari membentangkan spanduk yang mereka dan tersenyum-senyum ke arah kamera wartawan.

Sebagian di antara mereka yang tak membawa spanduk hanya menggenggami beberapa bunga mawar putih dan merah. "Saya nggak bisa bicara banyak mas. Saya hanya menyampaikan aspirasi (jangan fitnah Banggar)," kata Merry, wanita cantik lainnya.

Para wanita cantik ini hanya sekitar 15 menit bergaya bak model di pelatan KPK. Puas difoto dan mengumbar senyum, mereka pun meninggalkan pelataran Gedung KPK untuk lalu membagi-bagikan bungan mawar yang mereka bawa ke pengguna jalan yang melintas di depan Gedung KPK.

Sebagian dari bunga-bunga itu juga ada yang dibagikan kepada awak media. Di sisi lain, beberapa pekerja media memanfaatkan moment ini untuk berfoto-foto dengan satu dan dua wanita cantik ini.

Kedatangan para wanita cantik ini hanya berselang sejam setelah Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung tiba memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.
Sumber Tribunnews.com


Oct 1, 2011
Fakta Tersembunyi Dibalik Kisah G30S PKI

Fakta Tersembunyi Dibalik Kisah G30S PKI

Hari Kesaktian Pancasila Hari Selasa, pengujung tahun 1966. Penjara Militer Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Dua pria berhadapan. Yang satu bertubuh gempal, potongan cepak berusia 39 tahun. Satunya bertubuh kurus, usia 52 tahun. Mereka adalah Letnan Kolonel Untung Samsuri dan Soebandrio, Menteri Luar Negeri kabinet Soekarno. Suara Untung bergetar. “Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih,” kata Untung kepada Soebandrio.


Itulah perkataan Untung sesaat sebelum dijemput petugas seperti ditulis Soebandrio dalam buku Kesaksianku tentang G30S. Dalam bukunya, Soebandrio menceritakan, selama di penjara, Untung yakin dirinya tidak bakal dieksekusi. Untung mengaku G-30-S atas setahu Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto.

Keyakinan Untung bahwa ia bakal diselamatkan Soeharto adalah salah satu “misteri” tragedi September-Oktober. Kisah pembunuhan para jenderal pada 1965 adalah peristiwa yang tak habis-habisnya dikupas. Salah satu yang jarang diulas adalah spekulasi kedekatan Untung dengan Soeharto.


Memperingati tragedi September kali ini, Koran Tempo bermaksud menurunkan edisi khusus yang menguak kehidupan Letkol Untung. Tak banyak informasi tentang tokoh ini, bahkan dari sejarawan “Data tentang Untung sangat minim, bahkan riwayat hidupnya,” kata sejarawan Asvi Warman Adam.


Potongannya seperti preman


Tempo berhasil menemui saksi hidup yang mengenal Letkol Untung. Salah satu saksi adalah Letkol CPM (Purnawirawan) Suhardi. Umurnya sudah 83 tahun. Ia adalah sahabat masa kecil Untung di Solo dan bekas anggota Tjakrabirawa. Untung tinggal di Solo sejak umur 10 tahun. Sebelumnya, ia tinggal di Kebumen. Di Solo, ia hidup di rumah pamannya, Samsuri. Samsuri dan istrinya bekerja di pabrik batik Sawo, namun tiap hari membantu kerja di rumah Ibu Wergoe Prajoko, seorang priayi keturunan trah Kasunan, yang tinggal di daerah Keparen, Solo. Wergoe adalah orang tua Suhardi.


“Dia memanggil ibu saya bude dan memanggil saya Gus Hardi,” ujar Suhardi. Suhardi, yang setahun lebih muda dari Untung, memanggil Untung: si Kus. Nama asli Untung adalah Kusman. Suhardi ingat, Untung kecil sering menginap di rumahnya. Tinggi Untung kurang dari 165 sentimeter, tapi badannya gempal.


“Potongannya seperti preman. Orang-orang Cina yang membuka praktek-praktek perawatan gigi di daerah saya takut semua kepadanya,” kata Suhardi tertawa. Menurut Suhardi, Untung sejak kecil selalu serius, tak pernah tersenyum. Suhardi ingat, pada 1943, saat berumur 18 tahun, Untung masuk Heiho. “Saya yang mengantarkan Untung ke kantor Heiho di perempatan Nonongan yang ke arah Sriwedari.”


Setelah Jepang kalah, menurut Suhardi, Untung masuk Batalion Sudigdo, yang markasnya berada di Wonogiri. “Batalion ini sangat terkenal di daerah Boyolali. Ini satu-satunya batalion yang ikut PKI (Partai Komunis Indonesia),” kata Suhardi. Menurut Suhardi, batalion ini lalu terlibat gerakan Madiun sehingga dicari-cari oleh Gatot Subroto.


Clash yang terjadi pada 1948 antara Republik dan Belanda membuat pengejaran terhadap batalion-batalion kiri terhenti. Banyak anggota batalion kiri bisa bebas. Suhardi tahu Untung kemudian balik ke Solo. “Untung kemudian masuk Korem Surakarta,” katanya. Saat itu, menurut Suhardi, Komandan Korem Surakarta adalah Soeharto. Soeharto sebelumnya adalah Komandan Resimen Infanteri 14 di Semarang. “Mungkin perkenalan awal Untung dan Soeharto di situ,” kata Suhardi.


Keterangan Suhardi menguatkan banyak tinjauan para analisis. Seperti kita ketahui, Soeharto kemudian naik menggantikan Gatot Subroto menjadi Panglima Divisi Diponegoro. Untung lalu pindah ke Divisi Diponegoro, Semarang. Banyak pengamat melihat, kedekatan Soeharto dengan Untung bermula di Divisi Diponegoro ini. Keterangan Suhardi menambahkan kemungkinan perkenalan mereka sejak di Solo.


Hubungan Soeharto-Untung terjalin lagi saat Soeharto menjabat Panglima Kostrad mengepalai operasi pembebasan Irian Barat, 14 Agustus 1962. Untung terlibat dalam operasi yang diberi nama Operasi Mandala itu. Saat itu Untung adalah anggota Batalion 454 Kodam Diponegoro, yang lebih dikenal dengan Banteng Raiders.


Di Irian, Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. Sebelum Operasi Mandala, Untung telah berpengalaman di bawah pimpinan Jenderal Ahmad Yani. Ia terlibat operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat, pada 1958. Di Irian, Untung menunjukkan kelasnya. Bersama Benny Moerdani, ia mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.


“Kedua prestasi inilah yang menyebabkan Untung menjadi anak kesayangan Yani dan Soeharto,” kata Kolonel Purnawirawan Maulwi Saelan, mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, atasan Untung di Tjakrabirawa, kepada Tempo.

Untung masuk menjadi anggota Tjakrabirawa pada pertengahan 1964. Dua kompi Banteng Raiders saat itu dipilih menjadi anggota Tjakrabirawa. Jabatannya sudah letnan kolonel saat itu.

Anggota Tjakrabirawa dipilih melalui seleksi ketat. Pangkostrad, yang kala itu dijabat Soeharto, yang merekomendasikan batalion mana saja yang diambil menjadi Tjakrabirawa.


Sebab, menurut Suhardi, siapa pun yang bertugas di Jawa Tengah mengetahui banyak anggota Raiders saat itu yang eks gerakan Madiun 1948. “Pasti Soeharto tahu itu eks PKI Madiun.”

Di Tjakrabirawa, Untung menjabat Komandan Batalion I Kawal Kehormatan Resimen Tjakrabirawa. Batalion ini berada di ring III pengamanan presiden dan tidak langsung berhubungan dengan presiden. Maulwi, atasan Untung, mengaku tidak banyak mengenal sosok Untung.

Suhardi masuk Tjakrabirawa sebagai anggota Detasemen Pengawal Khusus. Pangkatnya lebih rendah dibanding Untung. Ia letnan dua. Pernah sekali waktu mereka bertemu, ia harus menghormat kepada Untung. Suhardi ingat Untung menatapnya. Untung lalu mengucap, “Gus, kamu ada di sini….”


“Mengapa perhatian Soeharto terhadap Untung begitu besar?” Menurut Maulwi, tidak ada satu pun anggota Tjakra yang datang ke Kebumen. “Kami, dari Tjakra, tidak ada yang hadir,” kata Maulwi.

Dalam bukunya, Soebandrio melihat kedatangan seorang komandan dalam pesta pernikahan mantan anak buahnya adalah wajar. Namun, kehadiran Pangkostrad di desa terpencil yang saat itu transportasinya sulit adalah pertanyaan besar. “Jika tak benar-benar sangat penting, tidak mungkin Soeharto bersama istrinya menghadiri pernikahan Untung,” tulis Soebandrio. Hal itu diiyakan oleh Suhardi. “Pasti ada hubungan intim antara Soeharto dan Untung,” katanya.


Soeharto: Sikat saja, jangan ragu

Dari mana Letkol Untung percaya adanya Dewan Jenderal? Dalam bukunya, Soebandrio menyebut, di penjara, Untung pernah bercerita kepadanya bahwa ia pada 15 September 1965 mendatangi Soeharto untuk melaporkan adanya Dewan Jenderal yang bakal melakukan kup. Untung menyampaikan rencananya menangkap mereka.


Bila kita baca transkrip sidang pengadilan Untung di Mahkamah Militer Luar Biasa pada awal 1966, Untung menjelaskan bahwa ia percaya adanya Dewan Jenderal karena mendengar kabar beredarnya rekaman rapat Dewan Jenderal di gedung Akademi Hukum Militer Jakarta, yang membicarakan susunan kabinet versi Dewan Jenderal.

Maulwi melihat adalah hal aneh bila Untung begitu percaya adanya informasi kudeta terhadap presiden ini. Sebab, selama menjadi anggota pasukan Tjakrabirawa, Untung jarang masuk ring I atau ring II pengamanan presiden. Dalam catatan Maulwi, hanya dua kali Untung bertemu dengan Soekarno. Pertama kali saat melapor sebagai Komandan Kawal Kehormatan dan kedua saat Idul Fitri 1964. “Jadi, ya, sangat aneh kalau dia justru yang paling serius menanggapi isu Dewan Jenderal,” kata Maulwi.

Menurut Soebandrio, Soeharto memberikan dukungan kepada Untung untuk menangkap Dewan Jenderal dengan mengirim bantuan pasukan. Soeharto memberi perintah per telegram Nomor T.220/9 pada 15 September 1965 dan mengulanginya dengan radiogram Nomor T.239/9 pada 21 September 1965 kepada Yon 530 Brawijaya, Jawa Timur, dan Yon 454 Banteng Raiders Diponegoro, Jawa Tengah. Mereka diperintahkan datang ke Jakarta untuk defile Hari Angkatan Bersenjata pada 5 Oktober.

Pasukan itu bertahap tiba di Jakarta sejak 26 September 1965. Yang aneh, pasukan itu membawa peralatan siap tempur. “Memang mencurigakan, seluruh pasukan itu membawa peluru tajam,” kata Suhardi. Padahal, menurut Suhardi, ada aturan tegas di semua angkatan bila defile tidak menggunakan peluru tajam. “Itu ada petunjuk teknisnya,” ujarnya.

Pasukan dengan perlengkapan siaga I itu kemudian bergabung dengan Pasukan Kawal Kehormatan Tjakrabirawa pimpinan Untung. Mereka berkumpul di dekat Monumen Nasional.


Soeharto melewati pasukan yang hendak membunuh 7 jenderal

Dinihari, 1 Oktober 1965, seperti kita ketahui, pasukan Untung bergerak menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. Malam itu Soeharto , menunggui anaknya, Tommy, yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Di rumah sakit itu Kolonel Latief, seperti pernah dikatakannya sendiri dalam sebuah wawancara berusaha menemui Soeharto.


Adapun Untung, menurut Maulwi, hingga tengah malam pada 30 September 1965 masih memimpin pengamanan acara Presiden Soekarno di Senayan. Maulwi masih bisa mengingat pertemuan mereka terakhir terjadi pada pukul 20.00. Waktu itu Maulwi menegur Untung karena ada satu pintu yang luput dari penjagaan pasukan Tjakra. Seusai acara, Maulwi mengaku tidak mengetahui aktivitas Untung selanjutnya.

Ketegangan hari-hari itu bisa dirasakan dari pengalaman Suhardi sendiri. Pada 29 September, Suhardi menjadi perwira piket di pintu gerbang Istana. Tiba-tiba ada anggota Tjakra anak buah Dul Arief, peleton di bawah Untung, yang bernama Djahurup hendak masuk Istana. Menurut Suhardi, tindakan Djahurup itu tidak diperbolehkan karena tugasnya adalah di ring luar sehingga tidak boleh masuk. “Saya tegur dia.”

Pada 1 Oktober pukul 07.00, Suhardi sudah tiba di depan Istana. “Saya heran, dari sekitar daerah Bank Indonesia, saat itu banyak tentara.” Ia langsung mengendarai jip menuju markas Batalion 1 Tjakrabirawa di Tanah Abang.

“Saya ingat yang jaga saat itu adalah Kopral Teguh dari Banteng Raiders,” kata Suhardi. Begitu masuk markas, ia melihat saat itu di Tanah Abang semua anggota kompi Banteng Raiders tidak ada.

Begitu tahu hari itu ada kudeta dan Untung menyiarkan susunan Dewan Revolusi, Suhardi langsung ingat wajah sahabat masa kecilnya dan sahabat yang sudah dianggap anak oleh ibunya sendiri tersebut. Teman yang bahkan saat sudah menjabat komandan Tjakrabirawa bila ke Solo selalu pulang menjumpai ibunya. “Saya tak heran kalau Untung terlibat karena saya tahu sejak tahun 1948 Untung dekat dengan PKI,” katanya.

Kepada Oditur Militer pada 1966, Untung mengaku hanya memerintahkan menangkap para jenderal guna dihadapkan pada Presiden Soekarno. “Semuanya terserah kepada Bapak Presiden, apa tindakan yang akan dijatuhkan kepada mereka,” jawab Untung.

Heru Atmodjo, Mantan Wakil Asisten Direktur Intelijen Angkatan Udara, yang namanya dimasukkan Untung dalam susunan Dewan Revolusi, mengakui Sjam Kamaruzzaman- lah yang paling berperan dalam gerakan tersebut. Keyakinan itu muncul ketika pada Jumat, 1 Oktober 1965, Heru secara tidak sengaja bertemu dengan para pimpinan Gerakan 30 September: Letkol Untung, Kolonel Latief, Mayor Sujono, Sjam Kamaruzzaman, dan Pono. Heru melihat justru Pono dan Sjam-lah yang paling banyak bicara dalam pertemuan itu, sementara Untung lebih banyak diam.

“Saya tidak melihat peran Untung dalam memimpin rangkaian gerakan atau operasi ini (G-30-S),” kata Heru saat ditemui Tempo.

Soeharto: Letkol Untung murid pimpinan PKI

Soeharto, kepada Retnowati Abdulgani Knapp, penulis biografi Soeharto: The Life and Legacy of Indonesia’s Second President, pernah mengatakan memang kenal dekat dengan Kolonel Latif maupun Untung. Tapi ia membantah isu bahwa persahabatannya dengan mereka ada kaitannya dengan rencana kudeta.

“Itu tak masuk akal,” kata Soeharto. ”Saya mengenal Untung sejak 1945 dan dia merupakan murid pimpinan PKI, Alimin. Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” katanya kepada Retnowati.

Demikianlah Untung. Kudeta itu bisa dilumpuhkan. Tapi perwira penerima Bintang Sakti itu sampai menjelang ditembak pun masih percaya bakal diselamatkan.Sumber




Back To Top