Breaking News
Loading...
Oct 28, 2011

Nikmatnya ML Ngeseks Dengan Om Om [18 Tahun +]

CERITA DEWASA PALING PANAS 2011-Di hotel, mereka membook 2 kamar yang ada connecting doornya. Makin jelaslah rencananya, mereka akan mengen toti aku bergantian. “Om ngebooknya 2 kamar, harusnya Dina bisa ikutan dong”. “Kita lebih napsu ama kamu Nes”, kata om Dodi. “Dina lain kesempatan aja”.



Aku sekamar dengan om Roni, om Dodi di kamar sebelah. om Roni segera masuk kamar mandi, sementara aku rebahan saja di ranjang, napsuku makin berkobar karena ngebayangin sebentar lagi aku akan diantri mereka berdua. om Roni keluar dari kamar mandi hanya melilitkan anduk di pinggang saja, kon tolnya kelihatannya nya menonjol, kayanya sih udah ngaceng berat. Dia duduk disebelahku di ranjang dan mencium pipiku.

“Nes kita malem ini asik ya”, katanya merayu. “Iya om, Ines juga udah kepingin ngerasain om keluar masuk di no nok Ines. Tadi waktu om ajak di posko, Ines jadi horny”, kataku. Tangannya mulai meremes toketku dari luar, kayanya dia udah gak tahan napsunya sehingga gak kasi kesempatan aku mandi lagi. Kupikir, ya abis dien tot aja mandinya. Bajuku dibukanya sehingga aku hanya mengenakan bra dan celana jin saja. Tangannya kembali meremas2 toketku. Aku menggelinjang, nikmat. Dia langsung melepas kaitan braku sehingga terbukalah toketku, siap untuk diremas dan diemut lebih lanjut. Pentilku langsung menjadi sasaran, diemutnya sambil meremas toketku. “Nes, toketmu besar dan keras, napsuin deh”, katanya sambil terus meremas dan mengisep pentilnya. Ritsluiting jinku dibukanya, aku mengangkat pantatku sedikit supaya dia bisa melepaskan jinku yang ketat. CD ku juga langsung dilepasnya sehingga aku sudah bertelanjang bulet. Jembutku yang lebat menjadi sasaran selanjutnya, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 no nokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku
sehingga dia mudah mengakses no nokku lebih lanjut. Aku melepas lilitan handuknya, segera kon tolnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok2. “Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasuk keluarkankan kon tolnya di mulutku, enyotannya jalan terus. “Ah, enak Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan.
Tangannya terus saja mengelus2 no nokku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak. “Nes, kamu udah napsu banget ya, no nok kamu udah basah begini”, katanya lagi. kon tolnya makin seru kuisep2nya. Tiba2 dia mencabut nya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku.

kon tolnya diarahkan ke no nokku, ditekannya kepalanya masuk ke no nokku. terasa banget no nokku meregang kemasukan kepala yang besar, dia mulai mengenjotkan kon tolnya pelan, keluar masuk no nokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kon tolnya yang panjang ambles di no nokku. “Enak om, kon tol om bikin no nok Ines sesek, dienjot yang keras om”, rengekku keenakan. Enjotan nya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kon tolnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dienjot aku udah merasa mau nyampe, “om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe”, rengekku. “Cepat banget Nes, aku belum apa2? jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kon tolnya.

Akhirnya aku
menjerit keenakan “om, Ines nyampe om, aah”, aku menggelepar2 kenikmatan. Dia masih terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 dia mencabut kon tolnya dari no nokku. “Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku. Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya guk guk. Segera kon tolnya ambles lagi di no nokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kon tolnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di no nokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, “om, nikmat”, erangku lagi. Jarinya terasa mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya no nokku ikut berkontraksi meremas kon tol besar panjang yang sedang keluar masuk, “Aah Nes, nikmat banget, empotan no nok kamu kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot no nokku. Sementara itu

sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke it ilku, sambil dienjot it ilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dien tot
dengan cara seperti itu. “om, nikmat banget dien tot sama om, Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om,” erangku saking nikmatnya. Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kon tolnya. Tak lama kemudian, “om Ines mau
nyampe lagi, om, cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengenjotkan kon tolnya dalem2 di no nokku dan terasa pejunya ngecret. “Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku. Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, nya tercabut dari no nokku. “om, nikmat deh, sekali enjot aja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran om Dodi ya”, kataku. “Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku. Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. “Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes”, katanya lagi. Aku hanya tersenyum, “om, Ines mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya”, akupun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.

Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Dodi sudah berbaring diranjang hanya mengenakan celana pendek. Kulihat kon tolnya menonjol, rupanya dia sudah ngaceng
berat menunggu gilirannya mengen toti aku. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. kon tolnya keelus2 dari luar celananya. Lidahku dan lidahnya saling
membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku. Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok2 no nokku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir2nya, “om enak, Ines udah napsu lagi om”, erangku. Tanganku segera membuka kolor celananya dan segera mengocok kon tolnya yang sudah keras banget. Dia segera melepaskan celananya sehingga sama2


bertelanjang bulat. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu, “om, nikmat om”, erangku. Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di no nokku. “Aah om, enak banget om, belum dien tot udah nikmat banget”, erangku. Aku menggeliat2 keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati no nokku dan it ilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dien tot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati no noku yang basah berlendir itu. Dia bangun dan
kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kon tolnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut nya. “Nes, kamu pinter banget sih”, dia memuji. Cukup lama aku mengemut kon tolnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku, kon tolnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan. Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2.


Dia menggesek2kan kepala kon tolnya di bibir no nokku, lalu dienjotkan masuk, “om, enak”, erangku.Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kon tolnya nancep semua di
no nokku. “Nes, no nokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kon tol ya”, katnya. “Tapi enak kan om, abis kon tol om gede banget sampe no nok Ines kerasa sempit”, jawabku terengah. Dia mulai mengenjotkan kon tol nya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya. “Enak om, aah”, erangku keenakan. Enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa no nokku mulai berkedut2, “om lebih cepet om, enak banget, Ines udah mau nyampe om”, erangku. “Cepet banget
Nes, aku belum apa2?, jawabnya. “Abisnya om enak banget sih gesekannya”, jawabku lagi. Enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk kon tolnya ambles dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat
aku “Terus om, enak”. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. “Terus om, lebih cepat om, aah, enak om, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat
banget rasanya. Padahal dengan om Roni, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget. Memang om Dodi pinter muasin cewek.


Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kon tolnya nancep. no nokku kudenyut2kan meremas kon tolnya sehingga dia melenguh, “Enak Nes, empotan no nok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya sambil terus mengenjot no nokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret dalam no nokku, banyak banget kerasa nyemburnya “Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya no nok kamu”, erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya. “Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku
nikmat banget”. Setelah kon tolnya mengecil, dicabutnya dari no nokku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.

Aku terbangun karena merasa ada jilatan di no nokku, ternyata dia sudah terbangun dan kulihat kon tolnya sudah ngaceng lagi, aku melihat jam, masih subuh. no nokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya no nokku makin terbuka. “om, nikmat banget om jilatannya”, erangku. Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di no nokku. Pentilku kuplintir2 juga. “om, subuh2 gini sudah ngasi enak ke Ines”,
lenguhku. Kemudian it ilku diisep2nya sambil sesekali menjilati no nokku, menyebabkan no nokku sudah banjir lagi. Aku menggelepar2 ketika it ilku diemutnya. Cukup lama it ilku diemutnya sampai akhirnya kakiku diturunkan lagi keranjang, aku mengangkangkan pahaku karena aku tau sebentar lagi pasti kon tolnya masuk. “om, masukin dong om, Ines udah pengen dien tot”, rengekku. Dia langsung menindih tubuhku, kon tolnya diarahkan ke no nokku. Begitu kepala kon tolnya menerobos masuk, “Yang dalem om,
masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om”, rengekku karena napsuku yang sudah muncak. Dia langsung mengenjotkan kon tolnya dengan keras sehingga sebentar saja kon tolnya sudah nancap semuanya dino nokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kon tolnya terasa masuk lebih dalem lagi. “Ayo om, dienjot dong”, rengekku lagi. Dia mulai mengenjot no nokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya pagi2 gini dien tot. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku
menggeliat2 saking nikmatnya, “om, enak om, terus om, Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kon tolnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku
mengejang lagi, “om enak, Ines nyampe om, aah”, erangku lemes. Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kon tolnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. no nokku kudenyut2kan meremas kon tolnya. Dia meringis keenakan. “Nes, terus diempot Nes, nikmat banget rasanya, Terus empotannya biar aku bisa ngecret Nes”, pintanya. Sementara itu enjotan kon tolnya masih terus gencar merojok
no nokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya. “om, Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju om”, kataku. Terus saja kon tolnya dienjotkan keluar masuk no nokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, “Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam no nokku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku erat2, “Nes, nikmat banget deh ngen tot sama kamu”, katanya. Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Aku memakai pakaianku yang kemaren karena gak bawa baju ganti, bau2 aku pake juga deh.

Setelah makan pagi, aku nemani mereka ke tempat kliennya. “Ntar siang kalo udah selesai miting kita balik Jakarta”, katanya. Kayanya nanti malem bakal berulang lagi kejadian semalam, gak tau aku mesti ngelayani satu2 atau dua2nya sekaligus. Aku sampe ketiduran di mobil nungguin mereka miting. Baiknya mobil diparkir dibawah pohon yang rindang dan udara mendung, sehingga hawa didalem mobil gak panas. Tapi akhirnya miting selesai juga lewat tengah hari.

Aku duduk didepan disebelah om Roni yang
sekarang nyopir sedang om Dodi duduk dibelakang. Gak lama setelah mobil jalan, akupun tertidur lagi. Ngantuk en lemes karena semalem digarap 2 lelaki. . Aku terbangun ketika mobil berhenti di warung Sunda yang sama seperti kemarin. Setelah mengisi perut, mobil meluncur lagi ke Jakarta ditengah kemacetan yang berkepanjangan. Ngantuk menyerangku kembali dan akupun tertidur pulas. Aku terbangun ketika mobil berhenti disatu tempat, dah di Jakarta seh. om Dodi turun dari mobil. “Nes kamu
punya telponnya Dina, aku mo kontak dia deh. dah gak ke posko lagi kan dia”. “Enggaklah om, kan kontraknya cuma buat seminggu. Om mo maen ya ama Dina, baguslah om, kemaren Dina bete banget ama Ines. Dina bilang Ines serakah, om berdua mo dikangkangin sendiri”. “Bener juga ya Nes, semalem kan kamu ngangkangin kita”, kata om Roni terkekeh. Aku memberikan no hp Dina ke om Dodi. Om Dodi mencegat taksi dan meluncur pergi. dan mobil berjalan lagi. Rupanya aku menjadi jatah dari om Roni,
yang tadi malem baru sekali ngen totin aku. “Nes, kamu gak kawatir hamil ya”, katanya. “Ines lagi gak subur kok om”. “Kamu bisa ngitung masa subur kamu”, katanya lagi. “Iya om”, jawabku. “Kalo lagi subur, ngecret didalem juga?” tanya. “Iya om, abis nikmat kan kalo disemprot peju anget, Ines punya obat biar gak hamil om”. Mobil memasuki apartment, sudah lewat magrib. Karena jalannya yang macet, ngabisin waktu dijalan. “Ini apartment om?” tanyaku. “Ini suite kantor”, jawabnya. “emangnya suite beda dengan apartment ya om”, tanyaku gak ngerti. “Sama aja, cuma suite lebih lengkap fasilitasnya dan lebih luas”, jawabnya sambil memarkirkan mobilnya di basement. Aku digandengnya menuju lift. Dia memijit tombol yang paling atas. “Dipuncak ya om”, tanyaku. “Iya, jadi viewnya bagus kalo malem begini”, jawabnya. ”om ngejomblo juga kaya om Dodi”, tanyaku lagi. “Iya lah, ngapain punya istri, kan bisa cari istri sementara, kaya kamu gini”, jawabnya tersenyum. “Aku dan om Dodi sering tukar cewek, masing2 kan nyari abg dan kalo udah dien tot dipertukarkan”. “om, kalo cari cewek yang kaya apa”, tanyaku lagi. “Ya yang kaya kamu gini. Toketnya besar, pantatnya besar dan yang jembutnya lebat”, jawabnya. “Taunya dari mana kalo jembutnya lebat, sebelum ditelanjangi kan gak tau jembutnya lebat atau tidak”, tanyaku lagi. “Ya liat aja bulu tangannya, kalo lebat ya jembutnya lebat. Apalagi kalo ceweknya berkumis, pasti jembutnya lebat banget, seperti kamu”, jawabnya tersenyum. Lift berhenti dan pintunya terbuka. Aku digandengnya keluar lift, rupanya langsung masuk ke suite.

Suitenya besar, kamarnya aja ada 3, belum ruang tamu dan ruang makan yang luas. Di berandanya ternyata ada pool kecil dan ada gazebonya. Aku membuka pintu dan keluar menikmati udara malem. Walaupun di puncak bangunan tapi angin tidak kencang, karena sekeliling tempat terbukanya ada tembok kaca untuk menghalangi angin, hanya tanpa atap sehingga tetap sejuk. Aku duduk di gazebonya yang berisikan dipan, tiba2 lampu menyala temaram sehingga suasana menjadi romantis. Lampu didalam pool juga menyala. Terdengar bel pintu berbunyi. “ada tamu ya om”. “enggak, aku pesen makan malem kita, dah laper lagi kan. Tadi di saung sunda kan makan siang”. Dia membuka pintu dan membayar pesanannya. Dia menghampiriku. “Mau makan gak Nes”. “Masih kenyang sih om”. “Ya udah makannya maleman aja yach, sekarang asik2an dulu aja yach”. “Kamu mo berendem Nes, poolnya sih kecil sehingga susah untuk berenang?” katanya sambil memeluk pundakku.

Dia langsung membuka pakeannya dengan meninggalkan cdnya saja. Kemudian dia berbaring didipan hanya mengenakan CDnya, kon tolnya kayanya sudah ngaceng, tampak menggelembung dibalik CDnya. Aku melepas semua yang nempel dibadanku, telanjang bulatlah aku. Segera aku berbaring disebelahnya. Diapun merangkul dan mencium bibirku “Nes, ladeni aku melem ini ya sayang, kamu napsuin sekali Nes, aku udah mau nancep nih”, katanya. Segera tanganku meremas2 kon tolnya dari luar CDnya, keras sekali, makanya CDnya langsung kulepas.

kon tolnya tegak menjulang, besar, panjang dan keras. Aku segera menjilati kepala kon tolnya dan kumasukan kepalanya kemulutku. Kuisep2 dan ukeluarmasukkan ke mulutku. Dia terengah2 keenakan, “nikmat banget Nes isepannya, aku
udah mau diisep mulut bawah kamu”, katanya. Aku segera ditelentangkan. Dia menaiki aku dan menggesekkan kepala kon tolnya ke no nokku yang sudah basah ketika aku ngisep nya tadi. Dia tidak langsung menancapkan kon tolnya ke no nokku, malah digesekkan ke it ilku. Aku menggeliat2 jadinya, “om masukin aja, katanya sudah mau diempot no nok Ines”, rengekku. Diapun menekan kon tolnya masuk ke no nokku. Terasa banget kepala kon tolnya yang besar meregangkan no nokku dan mendesak masuk. Nikmat banget rasanya. Aku mendesis2 keenakan. Dia terus menekan kon tolnya sehingga akhirnya nancep semuanya dino nokku. “Aah om, enak banget om”, erangku. Diapun mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan pelan2, makin lama makin cepat. Aku hanya bisa merintih2 keenakan “om nikmat banget om, terusin enjotannya om, yang cepet, yang keras dong ngenjotnya”, rengeku lagi. Makin lama enjotannya makin cepet, aku mengejang2kan no nokku sehingga gantian dia yang mendesis2 keenakan, “Nes, kerasa banget empotan no nok kamu”. “Ines tinggal sama om ya, nanti tiap malem Ines empot om”, kataku. Dia tidak menjawab, hanya enjotannya terus dilakukan dengan cepat dan keras.


“Mau ya om”, rengekku lagi. “enak banget deh dien tot sama om, sssh”. Napasku mulai memburu, toketku diremas2nya, pentilnya yang udah keras diplintir2 manambah kenikmatan buat aku. Aku mengejang2kan
no nokku mengempot kon tolnya yang terus keluar masuk dengan cepat dan keras. “om, ssh, enak om, terus om, ssh, Ines udah mau nyampe om, ssh”, erangku. “Sebentar lagi Nes, aku juga udah ngerasa mau
ngecret nih, ssh”, jawabnya terengah. Dia setengah membungkuk dan mengemut pentilku. Aku makin napsu jadinya, rambutnya kuremas2, “om, engh, ngecretin pejunya dong om, Ines pengen ngerasain lagi disemprot peju anget, cepetan om, Ines udah mau nyampe, aakh”, kataku menggelinjang keenakan. Enjotan kon tolnya makin bertubi2. Aku merintih2 keenakan jadinya, no nokku jadi mengejang2 dengan sendirinya meremas kon tolnya yang terus nyodok keluar masuk. “om, enak banget”, erangku sambil menjepitkan kakiku di pinggangnya, sehingga enjotan kon tolnya makin terasa nancep dalem sekali di no nokku. Aku memeluk badannya erat2, “om, nikmat banget nya”, rintihku. Akhirnya, “Akh, Ines nyampe
om, aakh”, aku kelojotan saking nikmatnya. no nokku kembali mengejang dengan keras meremas kon tolnya sehingga diapun gak bisa bertahan lebih lama lagi, “Nes, aku ngecret, aakh”, erangnya. Terasa sekali semburan pejunya yang dahsyat di no nokku. Nikmat tapi lemes banget jadinya. “Aduh om, nikmat banget om, boleh ya om Ines tinggal sama om, asal om ngen totin Ines tiap malem”, rengekku lagi. Dia hanya memelukku terengah2 kecapaian.

Setelah isitirahat, dia mencabut kon tolnya yang sudah lemes dari no nokkku, kon tolnya berlumuran pejunya dan lendir no nokku. “Nes, mo mandi dulu atau makan dulu”, ajaknya. “Mandi dulu aja ya om, biar seger”.
Akupun bangun dan mengikutinya ke kamar mandi. Dia mengambil minuman dari lemari es dan satu diberikan ke aku. Aku segera minum minuman itu sampe habis, sedikit menyegarkan setelah dienjot abis2an. Dikamar mandi kami saling menyabuni, toketku menjadi sasaran remasan tangannya, akupun gak mau kalah meremas kon tolnya sambil kukocok2.

Hebatnya gak lama kemudian kon tolnya mulai keras lagi. “om kuat amat sih, baru ngecret sekarang udah mulai ngaceng lagi, abis mandi pasti Ines dien tot lagi ya om”, kataku. “abis tangan kamu nakal sih, jadi buat ngendorin mesti ditancep dino nok kamu lagi”, jawabnya tersenyum. Tambah lama makin keraslah kon tolnya sehingga ngaceng sempurna. Aku ditunggingkannya, aku bertumpu ditembok kamar mandi, kakiku direnggangkannya dan dia jongkok dibelakangku. no nokku dijilatnya dari belakang, aku kegelian dan napsuku kembali berkobar, “om, Ines pengen ngerasain lagi kon tol om keluar masuk di no nok Ines”, erangku keenakan karena jilatannya sudah
menyentuh2 it ilku. Dia berdiri lagi dan mengarahkan kepala kon tolnya ke no nokku dari belakang. Dia menekan kepalanya masuk ke no nokku dan mulai dienjotnya pelan, sampai akhirnya seluruh kon tolnya nancep di no nokku. Dia mempercepat enjotan kon tolnya keluar masuk sambil tangannya memelukku dari belakang dan mengkilik2 it ilku. Diserang seperti itu aku jadi kelojotan keenakan.

Gak lama dienjot dengan cara seperti itu, aku menggelinjang dan mengejang2, “om, Ines nyampe om, pinter amat om
ngenjot no nok Ines, sebentar aja Ines sudah nyampe”, kataku terengah. Aku mulai mengejangkan no nokku untuk meremas2 kon tolnya, dia terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk mengimbangi empotan
no noku, “nes, kamu luar biasa deh, ahli banget kamu muasin aku”, katanya. “Makanya om, Ines tinggal sama om aja, biar tiap malem Ines bisa ngempot om sampe ngecret”, jawabku terengah karena enjotan
kon tolnya makin cepat dan keras saja. Dia terus mengkilik2 it ilku sambil mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. Napsuku kembali naik lagi, “om terus om, enak banget dien tot sambil dikilik it ilnya, aakh”, erangku
lagi.Cukup lama dia mengenjot no nokku dari belakang sampai akhirnya aku nyampe lagi, bersamaan dengan ngecretnya dia. “Aduh om, kuat banget sih, Ines sampe lemes deh, tiap ronde Ines selalu 2 kali nyampe baru om ngecret. Nikmat banget om, boleh ya Ines tinggal bareng om”, rengekku lagi setelah dia mencabut nya lagi. Dia tidak menjawab permintaanku, dia hanya menghidupkan shower lagi untuk membersihkan tubuh kami. Setelah itu, kami saling mengeringkan badan. Keluar dari kamar mandi langsung aku menuju ke meja makan. Sehabis makan dia menyediakan 2 cangkir minuman coklat hangat, sesudah kuminum aku langsung tidur.

Aku terbangun sudah siang, segar setelah semalem dien tot 2 ronde. Dia masih tertidur disebelahku. kon tolnya kuelus2, kuremas pelan2, dan dia terbangun. Begitu juga kon tolnya. “Sarapan paginya ngen tot
lagi ya Nes”, katanya tersenyum. kon tolnya yang sudah mengeras kukocok2 biar tambah keras, ujung kon tolnya kujilatin, sekali2 kugigit pelan2. Dia merem melek keenakan, “Pagi gini udah nikmat, Nes”.
kon tolnya kumasukkan kemulutku, cuma muat kepalanya saja saking gedenya dan kuemut2 dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya di mulutku.

Dia merubah posisi menjadi 69 dan mulai menjilati pahaku bagian dalem, kemudian jilatannya mengarah keno nokku. yang penuh jembut lebat itu. “Ni jembut, lebat banget, pantes aja kamu binal banget kalo dien tot”, katanya sambil menjilati no nokku. Aku gak tahan kalo it ilku mulai dijilati, apalagi diisep2, langsung aja no nokku menjadi basah. “Nes, udah napsu lagi ya, no nok kamu udah basah banget. Bener kan, cewek yang jembutnya lebat napsunya besar banget, dikilik sebentar aja udah siap dien tot”, katanya sambil mengkilik it ilku dengan jarinya. Aku menjadi kelojotan keenakan, isepan ke kon tolnya menjadi brenti. “om, Ines udah pengen dien tot lagi om”, rengekku. Dia bangun, pahaku dikangkangkan, dan dia menempelkan kepala kon tolnya di no nokku. Kakiku ditekuknya kedada dan dia mulai menancapkan kon tolnya ke no nokku. “Masukin semuanya om, biar nikmat, erangku terengah2. Dia mulai nancep kon tolnya delam sekali di no nokku.

Dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. Aku merintih2 keenakan, “om, nikmat banget
om, terus om, enjot yang keras”. Tiba2 dia menarik kon tolnya sehingga tinggal kepalanya yang terjepit dino nokku, kon tolnya hanya digerakkan pelan. Aku jadi blingsatan, “Masukin lagi dong om, om nakal ih, ayo dong om dimasukin semua lagi”, rengekku. Tiba2 dia mengenjotkan lagi kon tolnya sehingga nancep semua, “Aakh, enak banget om”. Belum hilang rasa enaknya, dia sudah menarik kon tolnya sehingga tinggal kepalanya saja yang nancep di no nokku, digerak2kan pelan sampai aku mulai merengek2 dan tiba2 dienjotkan lagi sehingga nancep semuanya di no nokku. Berulang2 dia melakukan cara itu sehingga akhirnya aku nyerah duluan, “om masukin semuanya om, Ines nyampe, aakh”, aku mengejang, no nokku
terasa meremas2 kon tolnya. Aku terengah2 keenakan, kakiku diletakkan diranjang, dia mulai lagi mengenjotkan kon tolnya keluar masuk no nokku, segera napsuku bangkit lagi. Aku menggeliat2 keenakan, tak lupa no nokku kekejang2kan untuk mengempot kon tolnya,. Dia pun meringis keenakan, “Terus diempot Nes, nikmat banget”. Tiba2 dia berhenti mengenjotkan kon tolnya, aku dipeluknya dan dia berguling sehingga sekarang aku yang diatas. Segera aku yang ambil alih komando, pantatku kuenjotkan keatas
kebawah, mengocok kon tolnya yang masih perkasa. Toketku yang berguncang2 seirama naik turunnya pantatku diremas2nya dengan gemas, pentilnya diplintir2nya sekalian. “Ngen tot gaya apa aja sama om,
sama nikmatnya ya om”, kataku sambil mempercepat enjotan pantatku. “Nes, aku udah pengen ngecret Nes, kita berbalik lagi ya”, katanya sambil memelukku kembali dan berguling sehingga sekarang dia yang diatas kembali. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras, aku makin terengah2 keenakan, “terus om, Ines udah mau nyampe lagi, bareng lagi ya om”, kataku. Akhirnya kembali aku mengejang2 nyampe, sehingga no nokku kembali meremas2 kon tolnya. Diapun gak bisa
bertahan lagi, sambil mengejotkan kon tolnya dalem2 dia ngecret, “Nes, enak Nes, aakh”. Pejunya kembali berhamburan dino nokku. Aku heran juga kayanya stok pejunya gak ada batesnya, setiap ngecret selalu keluarnya banyak. Setelah selesai semuanya, kami kembali membersihkan diri dikamar mandi, dia menyiapkan makan pagi untuk berdua. Setelah makan, aku diantarkan pulang.

Jablay Online

Baca cerita hangat dewasa terbaru terus di mobile ngentot dong. Sebut saja namanya Intan, seorang gadis berusia 24 tahun, tingginya 165cm dengan berat badan yang cukup ideal, 53kg, dengan ukuran payudara 34C. Dia bekerja di salah satu “Win, besok selesai liputan, lo anterin gue shopping yuk, gue kan disini cuman dua hari”. “Aduuuh, sorry tan, gue besok ada meeting sama klien, enggak bisa ditinggalin. Plus sorenya gue ketemuan sama cowok gue. Emm, lo ditemenin sama

“Yeah, tapi itu belum apa-apa” lanjut cowok itu “Pas suaminya masuk kamar ngeliat istrinya, dia ngomong ‘Wah kebetulan kamu udah telanjang, bentar aku kencing dulu’. Lalu tau gak, si suami brengsek jorok itu kencing lewat jendela pas

Saya sampai nekat melompat pagar dengan harapan ada cowok atau pria yang melihat dan memperkosa saya. Apapun asal saya bisa menghisap kemaluannya. Di komplek saya memang sepi sekali pada jam-jam segitu. Saya sedikit menyesal juga, . Sementara itu, Pak Karim dan satu bapak lainnya menjilati dan menghisap puting susu saya, sedangkan yang dua bapak lainnya menunggu giliran. 10 menit setelah itu, saya sudah setengah tidak sadar, siapa yang menggenjot lubang senggama saya,

Alkisah ada 2 orang pengemis yang kebetulan sama-sama sumbing karena udah ngebet dua-duanya pun melakukan penetrasi di sudut komplek Cowok : “ayang, em ey yu” (sayang ML yuk) Cewek : “iap ni, wahukin yah yang.” (udah telanjang.

Kisah dua muda-mudi lagi dimabuk asmara, tergoda untuk melakukan ‘making love’, inilah gaya mereka dengan pantun-pantunan dulu sebelum memulainya.. Cowok: “Sayur sop sayur kacang, making love yuk, yang.”

Diah Perkenalanku dengan Diah juga sama halnya dengan perkenalanku dengan Titien, cewek yang kuceritakan pada ceritaku sebelumnya, yaitu dari hasilku. Bahkan tak jarang dalam perjumpaan pertama sekalipun, si cowok sudah bisa mengajak si cewek untuk bersenggama, bersetubuh, ML, ngentot, atau entah apapun namanya. Seperti pengalamanku dengan si Diah ini. Pada awal itu pula Diah, begitu aku minta, bersedia memberikan nomor telepon rumahnya.

Setelah pertemuan itu, ternyata Yanto sering menelepon ke rumahku walaupun ia sudah tahu bahwa aku ini seorang istri dengan dua orang anak. Dalam pembicaraan telepon, ia memang sering mengeluarkan rayuan gombalnya kepadaku tapi Jadi hanya aku dengan kelima cowok itu.Karena sudah telanjur masuk ke sana, akhirnya kucoba menenangkan diri. Walaupun aku agak deg-degan juga pada awalnya. Kenyataannya, akhirnya suasana menjadi seru ketika secara bergantian kami berkaraoke.

Bugil Toket Besar Memek Perawan Indonesia Bokep Abg Cerita Ngemut Kontol Bule Ngentot john kontol Dewi Persik Bokep Memek Muncrat. Dasar mata lelaki. Nggak Jawa, nggak China, nggak Arab sama saja. Mata macam itu adalah mata lelaki haus. Aku benar-benar merasa sangat puas Tags: aku dientot 2 lelaki, cerita ngentot bertiga, cerita seru threesome, cerita seru3some, kutelan spermanya, nikmat dientot 2 cowok, nikmat disetubuhi 2 lelaki, nikmat ngentot bertiga,

Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum. Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Vani berkata “Pak, . Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Vani langsung masuk ke bilik paling dekat pintu,

“Hebat juga ya Bapak ini, bisa tahan segitu lama sama dua cewek” pujiku. “Ahh.. Neng ini, sebenernya sih berkat jamu tadi sore hehehe!” katanya dengan tersipu malu. “Oo.. Pantes tadi nafasnya bau gitu, tapi hebat juga ya jamunya Pak” sahut Sungguh seperti kaisar saja Pak Joko malam itu, tidur diapit dua gadis muda dan cantik, suatu hal yang membuat banyak cowok iri tentunya. Dia juga berterima kasih pada kami karena telah membuatnya merasa muda kembali di usianya. sumber


Back To Top