Breaking News
Loading...

Socialmedia

Seputar Kabar Artis

Sorot

HEADLINEWS

Feb 15, 2017
Suara SBY :Merasa Diftnah, SBY Siapkan Gugatan Terhadap Antasari

Suara SBY :Merasa Diftnah, SBY Siapkan Gugatan Terhadap Antasari

Suara SBY :Merasa Diftnah, SBY Siapkan Gugatan Terhadap Antasari
Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono menuduh Antasari Azhar melakukan fitnah dan tuduhan keji terhadap dirinya. Mantan Presiden ke-6 ini berencana menempuh jalur hukum pada Antasari. Dalam akun Twitternya, Selasa (14/2), @SBYudhoyono menyebut, tuduhan Antasari seolah dirinya menjadi inisiator kasusnya. SBY bilang, akan menyampaikan bantahan dan penjelasan. 

Rencananya, SBY akan menyampaikan pada publik pada pukul 21.00 nanti malam. SBY menyebut, Antasari sejatinya membidik anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono yang sedang mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jakarta, berpasangan dengan Sylvia Murni. Dia bilang, Antasari terus memfitnah dan menghancurkan nama baik SBY sejak November 2016.


 Sekadar informasi, sejak Antasari bebas pada November silam, hari ini, Antasari membuka keterlibatan SBY dalam kasusnya. Menurut SBY, tuduhan keji yang dilancarkan Antasari sehari sebelum Pilkada (15/2) bertujuan agar Agus-Sylvi kalah dalam pilkada besok. SBY yakin, penegak hukum yang memproses kasus pembunuhan Nasrudin akan berbicara fakta dan kebenaran. Antasari ditangkap pada 4 Mei 2009 sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, bos PT Putra Rajawali Bantaran. Nasrudin meninggal, ditembak pada 14 Maret 2009. Reporter Sanny Cicilia ( source )
Hot News : Antasari Azhar: Saya Siap Mati Sebut Hary Tanoe Utusan Cikeas

Hot News : Antasari Azhar: Saya Siap Mati Sebut Hary Tanoe Utusan Cikeas

Antasari Azhar: Saya Siap Mati Sebut Hary Tanoe Utusan Cikeas
Antasari Azhar
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar buka-bukaan terkait dugaan rekayasa atas kasusnya. Ia mengaku siap menerima apa pun yang terjadi pada dirinya.

Antasari mengaku pada malam hari sekitar Maret 2009, ia didatangi seorang pengusaha yang belakangan diketahui Hary Tanoesoedibjo. Antasari menjelaskan, kedatangan Hary Tanoe yang juga Ketua Umum Partai Perindo itu merupakan utusan dari Cikeas, yakni SBY, yang kala itu masih menjadi Presiden Indonesia.

"Dan saya ngomong hari ini, saya bicara hari ini, saya mati, saya siap. Saya tidak peduli, ya, itu tolong dicatat. Tapi saya harus bicara ini. Kalau saya mati, ini jadi misteri kan. Ini saya bicara," tegas dia.
Hal itu disampaikan Antasari Azhar dalam keterangan persnya di Direskrimum Bareskrim Mabes Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

Antasari datang ke Bareskrim ditemani pengacaranya Boyamin Saiman dan Andi Syamsudin, adik mantan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen. Kedatangan Antasari terkait adanya SMS palsu dalam kasusnya.

Antasari mengaku sudah memberikan apa yang ia rasakan dan simpan selama sekain tahun. Karena itulah, ia mengaku datang ke Bareskrim Mabes Polri.
"Selesai itu saya ada kegiatan, dan mungkin saya akan kembali ke rumah nanti malam, dan bagaimana pun apakah rekan wartawan bisa jaga keamanan saya? Ndak kan, ya sudah, saya jaga keamanan saya sendiri," beber dia.

Sebelumnya Antasari Azhar buka-bukaan terkait adanya dugaan rekayasa kasusnya. Hal itu terkait kedatangan Hary Tanoesoedibjo ke kediamannya. Antasari menjelaskan, kedatangan Hary Tanoe membawa pesan dari Cikeas agar Ketua KPK itu tidak menahan Aulia Pohan.
Ketika itu, Aulia Pohan menjadi tersangka kasus penarikan dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI). Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu juga merupakan besan SBY.



Respons Demokrat dan Pihak Hary Tanoe Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto menilai tudingan itu tidak mendasar. Dia mengatakan logika Antasari telah dipatahkan oleh putusan hukum dari pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung. "Sungguh tidak mendasar apa yang disampaikan oleh Antasari terkait ocehan kriminalisasi terhadap dirinya. 

Logika kriminalisasi terhadap dirinya mutlak terpatahkan dengan proses serta keputusan hukumnya, di mana mulai pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi dan juga peninjauan kembali, keputusannya saling menguatkan," tulis Didik dalam pesan singkat kepada Liputan6.com. Menurut dia, opini yang dibangun Antasari soal kriminalisasi berbanding terbalik dengan putusan pengadilan. "Antasari Azhar tentu paham dan tahu bahwa hukum dan kekuasaan yudikatif adalah independen dan tidak boleh diintervensi dan diinviltrasi oleh kekuatan manapun. 

Tentu tuduhan kriminalisasi tersebut bisa dianggap sebagai pelecehan serius terhadap konstitusi dan hukum serta segenap lembaga yudikatif yang Independen dan bebas dari intervensi," Didik menjelaskan. Sementara Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai, pernyataan Antasari Azhar yang menuding Hary Tanoesoedibjo ada di balik kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen adalah bagian dari balas dendam politik. 

Bahkan dia menyebut, Antasari tengah mengalihkan isu Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung besok. "Ini bagian dari pengalihan isu, kami tidak tahu besok mau ada apa sampai ada skenario seperti ini. Ini bagian dari politik balas dendam, bagaimana Antasari Azhar membalas SBY terus menerus," kata Rofiq saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (14/2/2017), di Jakarta. 
( source )
Hot News:Saudara Tewas Dibunuh Jadi Bukti Kebrutalan Rezim Kim Joung-Un

Hot News:Saudara Tewas Dibunuh Jadi Bukti Kebrutalan Rezim Kim Joung-Un

Hot News:Saudara Tewas Dibunuh Jadi Bukti Kebrutalan Rezim Kim Joung-Un
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un 
SEOUL - Korea Selatan dan Amerika Serikat menduga saudara tiri pempin Korea Utara Kim Jong-Un, yakni Kim Jong Nam, diduga dibunuh oleh agen mata-mata negara komunis itu. Namun, Seoul dan Washington tidak mengungkap bagaimana Jong Nam dibunuh. Polisi Malaysia mengatakan, kematian saudara tiri satu ayah dan lain ibu dari Jong Un itu sedang diselidiki, belum dapat dipastikan penyebabnya. 

Kantor berita AFP melaporkan, Seoul pada Rabu (15/2/2017) menggambarkan pembunuhan Jong Nam yang terjadi pada Selasa (14/2/2017) di Malaysia itu sebagai wujud dari sifat "brutal dan tidak manusiawi" dari rezim Pyongyang yang dipimpin Jong Un. Jong Nam diduga dibunuh oleh dua perempuan tak dikenal, diduga mata-mata Korut, dengan cara menyuntikkan racun ke dalam tubuh korban. Langkah itu dilakukan demi menghabisi tokoh yang mengambil posisi berseberangan dengan Jong Un tersebut. Laporan dari Malaysia dan Korsel menunjukkan Jong Nam telah ditusuk dengan jarum suntik berisi racun atau disemprotkan dengan bahan kimia tertentu di wajahnya. 

Jong Nam menghembuskan nafas terakhir setelah ditemukan sakit di terminal Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Selasa (14/2/2017). Kepastian ini disampaikan Kepala Departemen Investigasi Kriminal Negara Bagian Selangor, Malaysia, Fadzil Ahmat, kepada CNN, Selasa. Sumber kepolisian lain pun menyebut, warga Korut yang meninggal dunia itu menggunakan paspor dengan nama Kim Chol. Perdana Menteri Korea Selatan, Hwang Kyo-anh, memimpin pertemuan darurat dewan keamanan nasional, Rabu (15/2/2017) pagi, untuk membahas dugaan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara di Malaysia. Sumber-sumber pemerintah AS telah mengatakan bahwa mereka percaya Jong Nam dibunuh oleh agen mata-mata Korut. Hal yang sama diyakini Seoul. ( source )
Back To Top