Breaking News
Loading...

Socialmedia

Seputar Kabar Artis

Sorot

HEADLINEWS

Aug 13, 2016
Google Harus Jelaskan Mengapa Hapus Peta Palestina

Google Harus Jelaskan Mengapa Hapus Peta Palestina

JAKARTA- Saat tampil on air dalam sebuah bincang di Radio Bens, Jakarta, Selasa (9/8/2016) tadi, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyentil Google yang menghapus peta Palestina di layanan peta Google Maps ke pengguna dan mengganti seluruhnya dengan nama Israel.
Menurut Hidayat, Google harus menjelaskan mengapa ia menghapus peta Palestina padahal PBB sudah  mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Palestina sudah menjadi anggota badan dunia itu bahkan dalam Olimpiade di Brasil, Palestina tercatat sebagai peserta.

"Google harus mengkoreksi itu sebab tak sesuai dengan fakta," ujarnya.
Hidayat Nur Wahid menegaskan, media massa harus mampu menjalankan fungsinya untuk melakukan pendidikan kepada masyarakat, tidak melakukan fitnah, dan black campaign.
"Salah satu fungsi media massa menyampaikan kebenaran supaya masyarakatkan tercerahkan," papar Hidayat Nur Wahid.
Hidayat juga menegaskan, media harus menerangkan yang benar adalah benar.
Hidayat mengandaikan, orang jahat yang ngomong di media akan lebih mempunyai pengaruh daripada orang baik yang tidak ngomong.

Untuk itulah Hidayat menilai peran media menjelaskan segala masalah secara imbang sangat penting. Ketidakseimbangan informasi akan membuat bias.

Dalam masalah RUU Penyiaran, Hidayat Nur Wahid mengakui undang-undang itu masih dalam proses.
Lambatnya rancangan undang-undang diundangkan menurutnya karena undang-undang dibuat bersama antara pemerintah dan DPR. Kalau salah satu pihak tidak maksimal maka undang-undang itu akan molor prosesnya.

"Kalau DPR sudah bekerja keras tapi pemerintah menghambat, ya prosesnya tak akan maksimal," ujarnya.source
Pilgub DKI Jakarta :Ahok Tak Pernah Berpikir, Risma Bisa Ngamuk dan Baper

Pilgub DKI Jakarta :Ahok Tak Pernah Berpikir, Risma Bisa Ngamuk dan Baper

Ahok dan Risma
JAKARTA - POLEMIK dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, ternyata membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimarahi oleh ibunya, Buniarti Ningsih.
Ahok mengaku kaget begitu tahu Risma marah-marah karena merasa Ahok melecehkan Surabaya.
"Aku tidak pernah berpikir (Risma) bisa ngamuk, marah, konferensi pers bawa perasaan (baper) gitu. Aku juga kaget lho," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Karena membuat Risma Marah, Ahok malah dimarahi oleh ibunya, Buniarti, adiknya, dan teman-temannya.
Menurut mereka, Risma dan Ahok sama-sama pejabat yang baik dan jujur.

"Aku dikritik sampai adik saya, ibu saya kritik. Teman saya yang dokter bilang, kamu tahu tidak, Risma orang baik, jujur, seperti kamu. Mengapa kamu cari musuh," kata Ahok.
Oleh karena itu Ahok minta Tri Rismaharini tidak memperkeruh suasana. "Jangan ngomporin orang Surabaya dong," ujar Ahok.

Ahok mengungkit kembali saat Risma mengkritisi penertiban tempat hiburan malam Kalijodo, Jakarta Utara, "Sekarang kamu lihat, waktu saya hancurkan Kalijodo, Ibu Risma kan kritik saya habis," imbuh Ahok.
Menurutnya, saat Risma mengkritisi Kalijodo, warga Jakarta dan dirinya tidak merasa tersinggung.
Ahok mengatakan Risma juga sempat membandingkan penertiban lokalisasi Dolly dengan Kalijodo.
"Kan Bu Risma ngomong Dolly harus begini, beda dong dengan Kalijodo," kata Ahok.

Ahok mengetahui Risma kerap mengkritisi Jakarta, terutama mengenai trotoarnya yang tidak laik untuk pejalan kaki. "Beliau (Risma) juga bilang, Jakarta kayak tidak ada pemerintah nih. Trotoarnya jelek. Saya malah instruksikan orang-orang saya belajar ke Surabaya," kata Ahok

Oleh karena itu Ahok merasa senang bila ada kepala daerah seperti Risma, yang terbilang sukses membangun kotanya, ikut dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Ahok, Risma berhasil membuat kawasan pedestrian di Surabaya ramah pejalan kaki. Tak hanya pedestrian, ruang terbuka hijau atau taman-taman di Kota Pahlawan juga patut dicontoh Jakarta.
"Saya belajar banyak dari Bu Risma. Dia mempertontonkan trotoar dan tamannya lebih baik (dari Jakarta)," ujar Ahok. Ahok membandingkan trotoar Jakarta dengan Surabaya, hanya sebagai contoh, bagaimana petahana akan menghadapi penantangnya.

Sebelumnya Ahok mengatakan Jakarta tidak bisa diperbandingkan dengan Surabaya, terutama mengenai trotoar. Pasalnya, luas wilayah kedua kota tidak sama. Ahok menyebut, bila mau dibandingkan, Surabaya setara dengan satu kota administrasi, semisal Jakarta Selatan. (den) source
Aug 12, 2016
Ahok: Saya Bukan Mau Mengecilkan Bu Risma Apalagi Menyakiti Orang Surabaya

Ahok: Saya Bukan Mau Mengecilkan Bu Risma Apalagi Menyakiti Orang Surabaya

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklarifikasi ucapan yang membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersinggung.

Ahok mengatakan pembangunan Jakarta banyak belajar dari Surabaya.
Ahok merasa senang bila ada Kepala Daerah seperti Risma yang terbilang sukses membangun kotanya ikut dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Ahok, Risma berhasil membuat kawasan pedestrian di Surabaya ramah pejalan kaki.
Tak hanya pedestrian, ruang terbuka hijau atau taman-taman di Kota Pahlawan juga patut dicontoh Jakarta.
"Saya belajar banyak dari Bu Risma. Dia mempertontonkan trotoar dan tamannya lebih baik (dari Jakarta)," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2016).

Dikatakan Ahok bila seorang kepala daerah berhasil membangun daerahnya, tentu keberhasilan di daerahnya akan dijadikan bahan untuk mempromosikan diri.
Dicontohkan dia, bila seorang kepala daerah yang akan menantang dirinya di Pilkada DKI berhasil membangun sungai dengan baik, tentu akan menjadi bahan perbandingan dengan Jakarta.
"Dia pasti bilang, Ah payah Jakarta Anda. Kalau saya jadi Gubernur Jakarta, pasti sungainya bisa dibuat minum kayak di tempat saya," kata Ahok berseloroh.

Ahok mengatakan dirinya tidak berniat mengecilkan Risma dengan ucapannya.
"Jadi bukan saya mau mengecilkan Ibu Risma, apalagi mau menyakiti orang Surabaya," ucapnya.
Sebelumnya Ahok mengatakan Jakarta tidak bisa dibandingkan dengan Surabaya.
Utamanya mengenai trotoar.

Ahok mengatakan luas wilayah Surabaya tidak sama dengan Jakarta.
Surabaya kata Ahok luasnya sama dengan luas wilayah satu kota administrasi di Jakarta semisal Jakarta Selatan.

Mendengar apa yang diucapkan Ahok, Risma marah.
Kader PDIP itu, tidak terima dibanding-bandingkan.

"Surabaya salah apa sama Pak Ahok? Kita di sini bekerja bersama semata-mata untuk kesejahteraan, bukan untuk dipamerkan," kata Risma, Kamis (11/8/2016) malam.
Menurut Risma, bangsa ini harusnya saling belajar untuk menjadi yang lebih baik, bukan saling menghujat sehingga berpotensi untuk terpecah-belah.
"Saya tidak tahu itu bersifat politis atau tidak yang pasti ini soal harga diri Surabaya," ucap Risma.source

Back To Top