Breaking News
Loading...

Socialmedia

Seputar Kabar Artis

Sorot

HEADLINEWS

Sep 22, 2016
Banjir Garut:Banjir Bandang Garut Kronologis

Banjir Garut:Banjir Bandang Garut Kronologis

Banjir Garut:Banjir Bandang Garut Kronologis
GARUT - Berikut kronologi terjadinya banjir bandang yang menghantam 7 wilayah di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
 
Pada pukul 19.00 WIB tanggal 20 September 2016. Hujan deras mengguyur wilayah Garut.
Hal ini menyebabkan debit air Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik dengan cepat. Hal ini menyebabkan banjir setinggi sekitar setengah meter di sejumlah lokasi.


Satu jam kemudian banjir semakin tinggi di 7 lokasi, yakni mencapai 1,5 meter hingga 2 meter, ditambah banjir bandang yang membawa material lumpur.

Banjir mulai surut pada dini hari, menyisakan kondisi porak poranda di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut. kutipan from flatnews9.blogspot.com
Aug 13, 2016
Google Harus Jelaskan Mengapa Hapus Peta Palestina

Google Harus Jelaskan Mengapa Hapus Peta Palestina

JAKARTA- Saat tampil on air dalam sebuah bincang di Radio Bens, Jakarta, Selasa (9/8/2016) tadi, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyentil Google yang menghapus peta Palestina di layanan peta Google Maps ke pengguna dan mengganti seluruhnya dengan nama Israel.
Menurut Hidayat, Google harus menjelaskan mengapa ia menghapus peta Palestina padahal PBB sudah  mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Palestina sudah menjadi anggota badan dunia itu bahkan dalam Olimpiade di Brasil, Palestina tercatat sebagai peserta.

"Google harus mengkoreksi itu sebab tak sesuai dengan fakta," ujarnya.
Hidayat Nur Wahid menegaskan, media massa harus mampu menjalankan fungsinya untuk melakukan pendidikan kepada masyarakat, tidak melakukan fitnah, dan black campaign.
"Salah satu fungsi media massa menyampaikan kebenaran supaya masyarakatkan tercerahkan," papar Hidayat Nur Wahid.
Hidayat juga menegaskan, media harus menerangkan yang benar adalah benar.
Hidayat mengandaikan, orang jahat yang ngomong di media akan lebih mempunyai pengaruh daripada orang baik yang tidak ngomong.

Untuk itulah Hidayat menilai peran media menjelaskan segala masalah secara imbang sangat penting. Ketidakseimbangan informasi akan membuat bias.

Dalam masalah RUU Penyiaran, Hidayat Nur Wahid mengakui undang-undang itu masih dalam proses.
Lambatnya rancangan undang-undang diundangkan menurutnya karena undang-undang dibuat bersama antara pemerintah dan DPR. Kalau salah satu pihak tidak maksimal maka undang-undang itu akan molor prosesnya.

"Kalau DPR sudah bekerja keras tapi pemerintah menghambat, ya prosesnya tak akan maksimal," ujarnya.source
Pilgub DKI Jakarta :Ahok Tak Pernah Berpikir, Risma Bisa Ngamuk dan Baper

Pilgub DKI Jakarta :Ahok Tak Pernah Berpikir, Risma Bisa Ngamuk dan Baper

Ahok dan Risma
JAKARTA - POLEMIK dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, ternyata membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimarahi oleh ibunya, Buniarti Ningsih.
Ahok mengaku kaget begitu tahu Risma marah-marah karena merasa Ahok melecehkan Surabaya.
"Aku tidak pernah berpikir (Risma) bisa ngamuk, marah, konferensi pers bawa perasaan (baper) gitu. Aku juga kaget lho," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Karena membuat Risma Marah, Ahok malah dimarahi oleh ibunya, Buniarti, adiknya, dan teman-temannya.
Menurut mereka, Risma dan Ahok sama-sama pejabat yang baik dan jujur.

"Aku dikritik sampai adik saya, ibu saya kritik. Teman saya yang dokter bilang, kamu tahu tidak, Risma orang baik, jujur, seperti kamu. Mengapa kamu cari musuh," kata Ahok.
Oleh karena itu Ahok minta Tri Rismaharini tidak memperkeruh suasana. "Jangan ngomporin orang Surabaya dong," ujar Ahok.

Ahok mengungkit kembali saat Risma mengkritisi penertiban tempat hiburan malam Kalijodo, Jakarta Utara, "Sekarang kamu lihat, waktu saya hancurkan Kalijodo, Ibu Risma kan kritik saya habis," imbuh Ahok.
Menurutnya, saat Risma mengkritisi Kalijodo, warga Jakarta dan dirinya tidak merasa tersinggung.
Ahok mengatakan Risma juga sempat membandingkan penertiban lokalisasi Dolly dengan Kalijodo.
"Kan Bu Risma ngomong Dolly harus begini, beda dong dengan Kalijodo," kata Ahok.

Ahok mengetahui Risma kerap mengkritisi Jakarta, terutama mengenai trotoarnya yang tidak laik untuk pejalan kaki. "Beliau (Risma) juga bilang, Jakarta kayak tidak ada pemerintah nih. Trotoarnya jelek. Saya malah instruksikan orang-orang saya belajar ke Surabaya," kata Ahok

Oleh karena itu Ahok merasa senang bila ada kepala daerah seperti Risma, yang terbilang sukses membangun kotanya, ikut dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Ahok, Risma berhasil membuat kawasan pedestrian di Surabaya ramah pejalan kaki. Tak hanya pedestrian, ruang terbuka hijau atau taman-taman di Kota Pahlawan juga patut dicontoh Jakarta.
"Saya belajar banyak dari Bu Risma. Dia mempertontonkan trotoar dan tamannya lebih baik (dari Jakarta)," ujar Ahok. Ahok membandingkan trotoar Jakarta dengan Surabaya, hanya sebagai contoh, bagaimana petahana akan menghadapi penantangnya.

Sebelumnya Ahok mengatakan Jakarta tidak bisa diperbandingkan dengan Surabaya, terutama mengenai trotoar. Pasalnya, luas wilayah kedua kota tidak sama. Ahok menyebut, bila mau dibandingkan, Surabaya setara dengan satu kota administrasi, semisal Jakarta Selatan. (den) source
Back To Top